26 April 2020

7 Kuliner Terbaik Khas Surabaya

Pede amat Bang, bikin judul. Yakin itu kuliner yang paling pol mantebnya di Surabaya? He he he...
Sebenarnya, ini itinerary ngasal aja sih, urutan apa aja yang Bang Emmet makan pas ke Surabaya kemarin. Tapi siapa tau bermanfaat. Sebentar, Bang Emmet kunyah dulu, ntar keselek.

Gini ceritanya. Kemarin itu, sebelum zamannya Corona mewabah parah, Bang Emmet dan nyonyah Emmet akhirnya piknik lagi ke Surabaya. Sebenarnya sih urusan dinas, tapi berhubung waktunya gak jauh dengan weekend, sekalian aja Bang Emmet ajak nyonyah. Itung-itung honeymoon lah. Pasalnya, terakhir ke Surabaya, waktunya rada mepet. Sempat ke Bromo sih tempo hari, tapi ya nggak sempat hunting banyak makanan.


Nah kali ini, berhubung waktunya longgar, bener aja. Dapet mayan banyak. Dari sekian banyak itu, ada 7 tempat wisata kuliner yang berkesan. Beberapa tempat lain, meskipun oke, tapi kayaknya relatif biasa aja. Baik tempatnya, makanannya, suasananya, rasanya ataupun harganya.

Sebenarnya ada beberapa tempat lain tak kalah menarik untuk dijajal. Tetapi Bang Emmet belum sempat datangi karena satu dan lain hal. Apa pasal? Yaa ada lah, Bang Emmet pengen banget padahal.




Rawon Setan Embong Malang
Pertama, Bang Emmet makan di Rawon Setan Embong Malang. Tempat ini beken banget. Dulu pertamakali makan di sini, sekitar tahun 2013-2014an lah. Ke sini lagi gara-gara saban Bang Emmet minta referensi dari driver mobil rental atau taksol, restoran ini selalu ada di-mention. Alhasil, mampir lah kita. Apalagi hotel tempat Bang Emmet menginap, juga ke arah sana. Kesan pertama dari dulu sampai sekarang, mahal. Tapi enak kok. Sambalnya juga top.


Nasi Cumi Pasar Atom
Berikutnya, lha ini. Meski cuma warung kaki lima, tapi Nasi Cumi Pasar Atom ini mantap banget. Menu khas-nya, ya cumi-cumi dengan tintanya itu, yang bikin nasinya jadi hitam. Buat yang mau sate-satean kayak biasa kita makan bubur ayam pinggir jalan, juga ada. Maknyus banget lah pokoknya. Recommended dan nggak mahal-mahal amat juga. Sayang, buat Bang Emmet, porsinya sedikit. Tapi gapapa lah, biar habis dari sini masih bisa kulineran yang lain.


Lontong Balap Rajawali
Nah, kalo yang ini, seumur-umur baru sekali Bang Emmet nyoba. Itupun gara-gara dikasi tau sama mantan rekan satu tim Bang Emmet di kantor yang pulang kampung ikut suaminya. Lontong Balap ini unik. Dia pakai tahu, toge segambreng, bawang goreng, sambal petis dan kecap. Khas banget rasanya. Harganya juga murah-meriah. Recommended banget.




Nasi Bebek Tugu Pahlawan
Kalau yang satu ini, super recommended. Ya, Nasi Bebek Tugu Pahlawan. Kalau ke sini, siap-siap saja Anda nggak dapat tempat duduk dan harus sabar menunggu. Pasalnya, ini warung tenda kaki lima, gak ada sepinya. Menu utamanya, ya bebek goreng kremes ini. Dan kalau Anda suka pedas, ini surganya. Dahsyat.


Bakso Putra Mantap
Berhubung kali ini Bang Emmet main ke Surabaya bareng Nyonya Emmet, do'i penasaran kalau nggak nyobain bakso. Maklum, di kampung halamannya, di Tasikmalaya sana, bakso itu merupakan makanan wajib. Apalagi tiap pengkolan ada tukang bakso, dan semuanya beda-beda rasa. Nah, Bakso Putra Mantap ini, okelah. Uniknya di sini, kuahnya pakai sumsum. Jadi kalau mau nambah kuah, Bang Emmet jadi agak segan. Rasanya? Oke. Saosnya? Yaa, bukan saos pepaya busuk abang-abang itu sih.


Seafood Genteng Bang Jaja
Berikutnya, juga recommended. Ikan Bakar Seafood Genteng Bang Jaja. Dibanding seafood yang suka Bang Emmet dan nyonyah santap di Jakarta, porsinya ini lebih banyak. Harganya padahal relatif sama. Malah perasaan lebih murah. Pantesan pas Bang Emmet datang ke sini, susah juga untuk dapat tempat duduk. Belum kelar pun, udah ada yang ngincer tempat duduk Bang Emmet. Waduh.


Jajan Pasar di Taman Pahlawan
Lho, ini kan bukan tempat makan Bang? Memang bukan. Ini taman di depan hotel tempat Bang Emmet menginap. Tapi, ada tapinya. Kalau sore dan sampai malam hari, di sini banyak yang jual beraneka ragam jajanan. Berbagai macam gorengan, sate-satean, sampai kang dagang minuman pun banyak. Suasana tamannya juga cihuy, apalagi kalau sudah mulai malam.


Duh, untung Bocah Emmet nggak ikut, jadi Bang Emmet bisa berduaan aja sama Nyonya Emmet.




Oke, kurang lebih itu pilihan kuliner yang boleh Anda coba kalau mampir ke Surabaya. Mudah-mudahan karena ada urursan dinas, piknik ataupun mudik, bukan pulang kampung. Beda lho ya 😝


Previous Post
Next Post

0 komentar: