04 Mei 2022

Kupat Tahu Abah, Kupat Tahu Recommended di Tasik

Ulah nyebut tos ti Tasik, lamun acan ngasaan Kupat Tahu Abah. Begitu tagline yang digunakan oleh Kupat Tahu Abah. Sebuah marketing tagline yang sangat berani sekali bukan? Kalau diterjemahkan, artinya kurang lebih: Jangan (berani-berani) ngomong abis dari Tasik kalo (lu) belum nyobain Kupat Tahu Abah. Warbyasah!

Tapi, slogan si Abah itu bukan hisapan jempol. Sejak beberapa waktu lalu ke sini, Bang Emmet jadi pengen balik lagi ke sini kalau nyari kupat tahu di Tasik. Sebenarnya ada satu alternatif kupat tahu lain di Tasik, yakni kupat tahu Kabita. Tapi kelihatannya gerainya sudah pindah dan tempat barunya, meski lebih luas, jadi lebih padat alias rame. Bang Emmet kehilangan rasa tentram dan nyamannya makan kupat tahu di sana.

Anyway, kembali lagi ke Kupat Tahu Abah, lokasinya ada di jalan KHZ Mustofa, Tasikmalaya. Ia memang cuma di gerobakan kaki lima. Tapi soal rasa, boleh lah dikasih bintang lima. Kupat tahu ini buka sekitar jam 7 pagi sampai selesai. Selesainya jam berapa? Ya tergantung. Kadang jam 8 juga sudah selesai kalau sudah habis terjual semua. Sebelum bahas lebih lanjut, berikut ini penampilannya:

Nah, pas Bang Emmet datang hari ini, ternyata dia kesiangan, jam 7:15-an baru datang dan ngerakit gerobaknya. Kang bubur ayam di sebelahnya malah udah dagang dari paginya. Tapi berhubung memang sudah ngincer kupat tahu sejak berangkat dari hotel, ya kita langsung serbu begitu dia mulai jualan. Nih bukti Bang Emmet gak kesiangan, si Abah-nya yang telat 😋

Sebagai informasi, namanya kupat tahu, isinya ya cuma ketupat, dikasih tahu. Yaa ada toge juga sih.

Tahunya ini tahu putih biasa yang digoreng sampai garing. Habis itu, tahunya dipotong random, sesuka hati si abah pedagangnya. Sama seperti tahu tadi, ketupatnya juga dipotong kecil tapi random bentuknya, nggak kotak-kotak. Habis itu, taburin toge lalu disiram dengan kuah bumbu kacang. 

Nah, kuah bumbu kacangnya ini yang istimewa. Beda tukang kupat tahu, rasanya kadang sedikit berbeda. Ada khas-khas-nya gitu. Terakhir, diberi tambahan kecap manis dan ditaburi bawang goreng. Ada sambal juga kalau mau pedas, tapi ini opsional. Kalau Bang Emmet sih, ya pakai sambal dong, biar sedep.

Seporsi Kupat Tahu Abah ini harganya Rp15 ribuan saja. Gratis teh tawar hangat. Cocok untuk solusi sarapan pagi. Nggak terlalu banyak porsinya, tapi cukup bisa bikin kenyang perut yang baru bangun tidur. Kayak gini nih porsinya.

Dan kalau Bang Emmet sih, diaduk-aduk dulu biar bumbunya rata sebelum disikat. Biarin deh, dimarahin sama chef Renatta gara-gara makan kupat tahu diaduk. Eh, yang dia marah itu kalau makan bubur diaduk ding ya? 

Kupat Tahu Abah, KHZ Mustofa, Tasikmalaya
04 Mei 2022
Kupat Tahu + Teh Tawar Hangat
Rp15.000

Rating:
4.0 - Porsi
4.5 - Rasa
4.0 - Penyajian
4.5 - Harga
4.3 - Overall

Penasaran seperti apa Kupat Tahu Abah, Kupat Tahu Recommended di Tasik? Simak video Bang Emmet di bawah ini:

17 April 2022

Sate Jando, Sate Gendong Mbok Ayu Ngatemi. Nggilani!

Salah satu modus Ny. Emmet tempo hari ngajak ke Bandung adalah supaya target utamanya untuk menjajal Sate Jando kesampaian. Ya, beberapa waktu lalu, ia dan rekan-rekan bisnisnya sempat gathering dengan prospeknya di Bandung. Prospek bisnisnya sih sukses, tapi menyambangi Sate Jando-nya gagal. Alasannya sepele. Hujan. Lho kok?

Ya, Sate Jando, atau Sate Gendong Mbok Ayu Ngatemi ini bukan restoran, rumah makan atau warung tenda. Ia cuma pedagang kaki lima yang berjualan di trotoar tanpa atap. Ada sih, atap terpal yang mereka gelar kalau hujan rintik-rintik. Tapi kalau hujan besar, ya ambyar. Nah, berhubung kali ini cuaca lumayan mendukung, nggak panas tapi ya nggak hujan juga, dan sebelum otewe balik Jekate, mampir dulu deh kite.

Sampai tekape, seperti yang sudah diprediksi. Sepanjang jalan Hayam Wuruk, belakang Gedung Sate, Bandung, antrian mobil sudah panjang sekali. Ternyata mereka sudah antri. Ingin membeli sate jando yang bekennya setengah mati. Seperti apa penampakan sate yang satu ini? Begini:

Sate jando ini beda dengan sate-sate biasa. Kalau sate pada umumnya merupakan daging atau lemak, baik ayam, kambing atau sapi, nah jando ini merupakan bagian lemak tapi susu sapi. Susu sapi yang biasa diperah untuk dikonsumsi itu, diambil bagian lemaknya. Kebayang kenyalnya? 

Lemak yang berasal dari susu sapi ini sebenarnya tampak mirip dengan lemak dari bagian tubuh sapi lainnya. Bedanya, saat dibakar atau disate, ia tidak habis meleleh. Dan rasanya, weh.

Dari sisi penampilan dan penyajian satenya sih, ia kurang lebih sama dengan sate-sate pada umumnya. Ia disajikan di daun pisang dan kertas bungkus makanan. Tapi kalau Anda lihat, ini menggiurkan sekali. Sate, lemak semua. Maknyusss ini mesti!

Begitu dihabek, rasanya ini. Nggilani. Kenyalnya beda dengan kenyalnya lemak sapi atau kambing yang disate. Belum lagi, bumbunya pun manisnya khas, beda dengan manisnya bumbu kacang sate-sate yang biasa Bang Emmet coba sebelumnya. Rasa lemak yang dibakar apalagi agak gosong-gosong dikit ini Bang Emmet banget.

Dari sisi porsi, yaa standar juga. Sepuluh tusuk sate plus potongan lontong sudah disediakan. Potongan-potongan sate jando-nya lumayan besar nggak kecil-kecil seperti sate kambing abang-abang yang kalau makin dekat hari raya, makin menyusut ukurannya, wkwk. Porsinya cukup lah, untuk menyambung antara makan siang dan makan malam atau kalau lagi nggak lapar-lapar amat.

Satu porsi sate jando ini harganya Rp25 ribu, nggak beda jauh dengan sate lain yang biasanya harganya Rp15-20 ribu per porsi sepuluh tusuk. Tapi, rasa sate ini lebih masuk. Next time ke Bandung, sate jando atau sate Gendong Mbok Ayu Ngatemi ini pasti kita singgahi lagi. Nggilani!

Sate Gendong Mbok Ayu Ngatemi
12 Maret 2022
Sate Jando + Lontong
Rp25.000

Rating:
4.0 - Porsi
5.0 - Rasa
4.0 - Penyajian
4.0 - Harga
4.3 - Overall

03 April 2022

Libero.Financial. Jalan Menuju Kebebasan Finansial?

Ada satu token yang sudah beberapa minggu terakhir membuat saya agak malas memperhatikan token atau koin cryptocurrency lainnya. Token yang satu ini cukup berbahaya, karena berhasil bikin saya jadi malas scalping atau trading. Kenapa? 

Tokennya memang baru seumur jagung, tepatnya ia rilis resmi di 1 Februari 2022 lalu. Namun ia punya skema dan roadmap yang sangat menarik. Intinya, token yang tersebut menggunakan rumus compound interest. Menurut developernya, Albert Einstein pernah bilang: compound interest merupakan keajaiban dunia ke-delapan. Maksudnya?

Anda ingat jaman sekolah dulu? Kalau Anda disuruh memilih:

  • Opsi 1. Mendapat uang setiap hari selama sebulan penuh. Rp1 di hari pertama dan dilipatgandakan terus di hari berikutnya sampai 30 hari
  • Opsi 2. Mendapatkan uang Rp100 juta langsung

Anda tentu memilih Opsi 1 bukan? 

Di Opsi 1, Anda memang hanya mendapatkan Rp1 di hari pertama, Rp2 di hari kedua, Rp4 di hari ketiga, Rp8 di hari keempat, Rp16 di hari kelima, Rp32 di hari keenam dan seterusnya. Kelihatannya sedikit ya? 

Tapi coba lanjutkan menghitung. Di hari ke-30, Anda akan mendapatkan Rp536.870.912. Lebih menarik daripada Opsi 2 yang Anda diberi Rp100 juta tapi cuma sekali, ya kan?

Nah, Libero.Financial ini menggunakan prinsip yang pertama, yang disebut compound interest tadi. 

Sebagai contoh, kalau Anda menyimpan 1 token Libero (harga per saat ini adalah senilai 0,008 USD) atau sekitar Rp115 lalu Anda biarkan ia terus bergulung, setelah 365 hari, maka jumlah token Libero Anda akan menjadi sebanyak 1.589 token. 

Dan kalau harganya masih sama seperti harga hari ini, maka 0,008 USD atau Rp115 Anda tadi akan berubah menjadi 12,73 USD atau Rp182.898. Lumayan bukan?

Bagaimana kalau Anda menyimpannya 1 USD (sekitar Rp14.367 per kurs hari ini). Setelah setahun, 1 dolar Anda akan menjadi 1.591 dolar AS atau sekitar Rp28 jutaan. 

Eh, kenapa 1 dolarnya nggak jadi 37.576.681.324.381.300.000.000.000.000.000.000 .000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000 dolar setelah setahun? Kan compounding interest? Ya nggak lah, karena Libero.Financial menerapkan batas APY tetap sebesar 158.893,59% saja per tahun.

Tapi tetap saja, menurut saya, Rp14 ribu menjadi Rp28 juta dalam setahun sih, investasi yang sangat menarik.

Coba bandingkan. Apakah ada bunga bank, bunga deposito, reksadana atau investasi lainnya yang menawarkan bunga atau profit lebih dari 100 persen per tahun? Jujurly, saya belum pernah nemu. Err, ada sih, kalau kita staking AXS di Binance.

Intinya, menyimpan Libero di Trustwallet atau Metamask misalnya, sangat menarik. Lalu, apakah Libero.Financial too good to be true? Iya. Scam? Mustinya nggak, karena Libero.Financial sudah lolos audit Certik dengan total 84 Skynet Security Score. Anti rugpull? Ya nggak juga. Bisa saja foundernya gelap mata lalu dia bawa lari dana nasabah, atau dia meninggal dunia lalu project-nya dihentikan.

Jadi, apakah Libero.Financial ini merupakan jalan menuju kebebasan finan sial? Atau malah kebablasan finan sial? Atau kita cuma kebagian sial-nya saja? 

NB. saya bukan affiliator. Kalau Anda beli Libero.Financial ini, saya nggak dapat apa-apa sama sekali. Eh, dapat ding dari tax fee yang dibagikan ke para holder Libero. Saya cukup jadi affiliator Pintu saja. Mau flexing pun, apa yang mau di-flexing-kan kalau belum ada hasilnya? Mari kita tunggu tahun depan 😅

03 Februari 2022

Binary Option Adalah Trading Haram Penuh Risiko. Mengapa?

Anda sering mendengar istilah trading? Baik trading saham, forex bahkan cryptocurrency? Trading-trading yang umum dilakukan di sana merupakan trading yang sah, legal dan diizinkan. Tapi apakah Anda pernah juga mendengar binary option?

Nah, trading yang satu ini sedang ramai dibicarakan di seantero penjuru Internet dan juga media sosial. Berbeda dengan trading pada umumnya, binary option merupakan trading yang diharamkan alias tidak legal dan cenderung ke arah judi yang mengaku-ngaku sebagai investasi.

Yang jadi masalah, saat ini banyak sekali para influencer yang mengompori calon nasabah – yang kemudian menjadi korban – karena ketidaktahuan mereka. Affiliator, istilah untuk para influencer ini, gencar melakukan “edukasi” yang ternyata berbeda jauh dengan sistem trading konvensional dan jatuh ke perangkap binary option.

Lalu, apa itu binary option?

Binary option adalah instrumen trading online di mana para pelaku “trading” akan melakukan prediksi alias tebak-tebakan, harga aset yang mereka pilih akan naik atau turun dalam jangka waktu tertentu.

Sampai di sini, mungkin kedengarannya masih serupa dengan trading konvensional lainnya. Trading saham, forex ataupun crypto yang legal pun demikian. 

Namun demikian, para trader profesional selalu mempelajari latar belakang aset yang mereka incar, chart, pola pergerakan pasar dan memperhatikan sejumlah parameter serta perkembangan isu yang terjadi, sebelum memutuskan untuk membuka transaksi. Baik beli ataupun jual.

Nah, berikutnya, pada binary option, para trader akan melakukan registrasi serta memberikan deposit yang umumnya bisa dimulai dengan nominal 10 dolar AS. Selanjutnya, trader akan pilih indeks aset, yang dimulai dengan memilih mata uang, indeks saham, kripto ataupun komoditas lainnya.

Setelah pilih indeks aset, langkah berikutnya yakni memasukkan modal yang akan dipertaruhkan oleh trader. Adapun minimal modal yang dikeluarkan bergantung dengan asetnya. Pengguna perlu menebak secara benar saat waktu yang sudah ditentukan habis. Bisa hitungan menit, jam dan seterusnya.

Dari klaimnya, pengguna platform trading binary option akan memperoleh keuntungan mencapai 60-90 persen dalam satu kali "trading" tersebut. Namun, jika tebakan trader salah, maka ia akan kehilangan modal yang dipertaruhkan. Sementara affiliator mereka akan mendapatkan komisi dari kerugian sang nasabah atau korban.

Ya, tidak seperti trading yang kita bisa meminimalisir kerugian dengan melakukan stop loss atau cut loss, pada binary option, opsi ini tidak ada. Kalau kita salah memilih di awal dan pasar bergerak ke arah yang berlawanan dengan tebakan kita, maka wassalam. Dana kita hilang semuanya.

Pada trading forex atau crypto, kalau kita sudah open position beli lalu harganya malah turun, kita bisa stop loss lalu open position baru lagi untuk jual (kalau trend-nya sedang terus turun), lalu kita tutup transaksi saat kita sudah mencapai target profit yang kita inginkan. Atau kalau kita melakukan spot trading, kita bisa menunggu sampai harga pasar kembali naik dan kita sudah profit.

Artinya, pada dunia trading yang legal, banyak instrumen pencegah para trader untuk langsung bangkrut, liquidated ataupun terkena margin call.

Menurut pihak Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi), binary option merupakan trading yang terlarang karena tidak sejalan dengan ketentuan yang tercantum pada Undang Undang PBK (Perdagangan Berjangka Komoditi) Pasal 1 angka 8 UU No.10 tahun 2011 tentang perubahan atas UU No.32 tahun 1997. Bappebti juga tidak pernah menerbitkan izin untuk platform binary option karena illegal menurut hukum. 

Penasaran pasal yang dilanggar oleh binary option? Berikut kutipan UU tersebut: 

Opsi adalah kontrak yang memberikan hak kepada pembeli untuk membeli atau menjual Kontrak Berjangka atau Komoditi tertentu pada tingkat harga, jumlah, dan jangka waktu tertentu yang telah ditetapkan terlebih dahulu dengan membayar sejumlah premi. 

Artinya, saat trading, pelaku semestinya punya opsi atas transaksi yang sudah ia lakukan. Dan fee yang dikenakan atas penggunaan opsi tersebut juga sudah dilegalkan menurut undang-undang. Sederhananya, kalau Anda trading dan saat berjalan Anda sadar sudah salah beli atau salah jual, Anda bisa stop kapan saja untuk meminimalisir kerugian.

Di Indonesia sendiri, banyak sekali platform binary option yang sudah diblokir oleh Bappebti. Salah satu yang paling terkenal adalah Binomo. Uniknya, Binomo kembali muncul dengan domain baru dan web hosting baru di luar negeri yang bisa diakses secara illegal.

Sayangnya, gencarnya promosi yang dilakukan oleh para influencer atau affiliator binary option merusak reputasi trading sah dan legal yang umum dilakukan di dunia saham, forex dan saat ini di dunia crypto.

Untuk memahami lebih jelas peraturan perundang-undangan tentang perdagangan berjangka komoditi yang berlaku resmi di Indonesia, Anda dapat melihatnya di situs Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia di sini dan sini (materinya sama).

*Artikel ini merupakan murni opini sepanjang pengetahuan penulis. Jika ada kritik atau masukan atau koreksi atas kesalahan pemahaman penulis, mohon disampaikan 🙏

30 Januari 2022

Nasi Bebek Pondok Nasi Uduk Special Meruya

Ada yang lupa. Bang Emmet sebenernya punya langganan warung pecel lele favorit sejak puluhan tahun lalu. Paling favorit karena posisinya dekat rumah, harganya murah dan bapak ibunya juga ramah. Pokoknya wah. Meskipun udah coba berbagai gerai warung nasi pecel lele di berbagai sudut kota Jakarta ini, Bang Emmet berani jamin. Yang satu ini recommended.

Apalagi, warung nasi uduk special yang satu ini juga punya menu yang lengkap. Selain pecel lele dan pecel ayam, mereka juga menjajakan pecel bebek soto ayam, gorengan ati-ampela-tahu-tempe dan opsi nasi uduk atau nasi putih biasa. 

Posisinya yang juga di jalan kompleks yang luas tapi buntu (di ujung sana ada kantor polsek dan kantor koramil) tepatnya di jalan Safir Selatan, Meruya, Jakarta Barat membuat warung nasi uduk ini menjadi semakin favorit karena luas dan leluasanya parkiran. Di depan rumah orang sih.

Anyway, beberapa waktu lalu, Bang Emmet dan Ny. Emmet lagi galau mau makan apa. Lagi gak mood masak dan malas pergi jauh-jauh. Alhasil, pecel lele special ini lah solusinya. Dan kebetulan saat itu Bang Emmet lagi pengen makan bebek. Nah, berikut ini penampilannya:

Secara default, porsinya ini hanya bebek dan lalapannya saja yang terdiri dari mentimun, kol, daun selada dan sambalnya. Tapi berhubung Bang Emmet lagi lumayan lapar, pesan juga tahu tempe sebagai pelengkap. Semuanya disajikan dalam piring lonjong, termasuk sambalnya.

Untuk bebeknya ini, ukuran potongannya cukup. Tidak terlalu kecil dan nggak besar-besar amat juga. Pas untuk satu porsi. Lalapannya juga sebenarnya bisa custom. Mau kemangi atau tomat misalnya, nggak pakai kol atau ketimun bisa. Nasinya (sayang lupa difoto) juga porsinya cukup untuk bikin perut kenyang.

Dari sisi rasa, yang namanya bebek goreng ya seperti itu. Dari sekian banyak warung pecel lele yang menyediakan menu bebek, ya rasa bebeknya relatif sama. Garingnya pun mirip-mirip. Rasa mentimun, kol, daun selada juga ya masa beda. Kan nggak. Sayuran segar ya rasanya seperti ini. Tapii yang bikin beda, adalah sambalnya. Racikan sambal pecel lele di warung ini top. Nggak terlalu pedas, rasa tomatnya terasa dan kekentalannya pas. Gurihnya pun pas.

Untuk harga, satu porsi nasi pecel bebek di warung ini juga relatif sama seperti warung pecel ayam kaki lima biasanya. Rp25 ribu. Teh tawar hangat? Gratis free flow. Recommended. Balik lagi ke sini? Pasti. Makan bebek lagi? Pasti.

Pondok Nasi Uduk Special
17 Desember 2021
Nasi Pecel Bebek + Teh Tawar Hangat
Rp25.000

Rating:
4.0 - Porsi
4.5 - Rasa
4.0 - Penyajian
4.0 - Harga
4.1 - Overall

17 Januari 2022

PIK, Tempat Piknik Gak Jauh dari Jakarta

Tempat menikmati senja yang sekarang Bang Emmet dan Nyonya gandrungi ada di PIK2. Di sana, masih under construction, jadi masih relatif sepi, bersih dan asri. 

Memang, ini sebenarnya fasilitas dari kompleks perumahan, bukan kawasan piknik atau wisata. Tapi jangan salah. Meskipun masih under construction, ada beberapa area di PIK2 ini yang sudah jadi dan bisa kita nikmati. Dan nikmatnya, karena mungkin banyak yang belum tahu soal tempat ini.

Nah, kayak gini pemandangannya. Seger kan, apalagi kalau sore, jelang sunset. Sungainya ini airnya jernih. Riverbanks-nya dari batu yang dijaring. 

Sayangnya, saat Bang Emmet dan Nyonya ke sana, lagi agak mendung. Dan ternyata, sunset-nya terhalang jembatan di ujung sana. Sebenarnya mereka sedang membangun jembatan untuk pesepeda atau pelancong menyeberang ke sisi lain. Tapi jembatannya belum selesai.

Kalau jembatannya sudah selesai, mungkin bisa lebih mudah menikmati sunset.

Anyway, berikut ini spot-spot asik lainnya untuk santai-santai di sini. Cocok lah buat melepas penat, duduk-duduk, jalan-jalan ataupun sepedahan. 

Mau olah raga, bisa juga. Tuh alat-alatnya ada. Tinggal pakai. Tapi ya jangan brutal ya, meski gratis, ini fasilitas umum, milik bersama dan harus dijaga.

16 Januari 2022

Pilih Tucano's atau Fogo Brazilian BBQ?

Setelah beberapa waktu lalu Bang Emmet menjajal Tucano's Brazilian BBQ di Pavilion Arcade, dekat kawasan Citiwalk Sudirman, lalu Tucano's yang berada di LG floor, Senayan City Mall, kali ini waktunya kita menjajal Fogo Brazilian BBQ. Kedua restoran ini ada di genre yang sama, yakni all you can eat, Brazilian barbeque. Kebetulan, weekend lagi senggang dan sudah lama nggak we time dengan Ny. Emmet.

Setelah survey sana-sini, terpilihlah Fogo Brazilian BBQ cabang PIK. Kenapa PIK? Yaa, karena Bang Emmet dan nyonyah sekarang seneng aja main ke PIK. Selain deket (tinggal lempeng doang dari rumah), bisa sekalian muter-muter, cuci mata dan mengkhayal. Singkat kata, otw lah kita ke sana.

Ternyata, Fogo Brazilian BBQ ini juga sebaiknya reserve dulu sebelum datang. Kalau datang pas jam makan siang seperti Bang Emmet kali ini, resto hampir penuh. Untung cuma datang berdua, jadi meski nggak reserve, masih bisa dapat meja kosong pas untuk dua orang. Anyway, setelah diantarkan oleh mbaknya, duduklah kita di salah satu sudut resto yang nyaman.

Berhubung ini kali pertama menjajal, Bang Emmet lihat-lihat sikon dulu. Ternyata, selain barbeque (beef dan chicken) yang diantarkan sama mas-mas dan mbaknya ke meja kita, di area buffet juga masih banyak hidangan yang bisa kita santap. Dan kelihatannya, sangat menarik sekali.

Disclaimer:

Kali ini, kita tidak membahas Fogo secara spesifik. Tapi Bang Emmet ingin sharing opini, mana yang Bang Emmet lebih suka dari kedua restoran barbeque di atas. Tucano's atau Fogo Brazilian BBQ?

Hidangan Utama
Di Tucanos, pilihan daging sapi dan ayamnya cukup banyak. Bahkan kalau kita memesan menu ultimate, ada tambahan ekstra pilihan daging kelas atas yang disajikan. Tetapi kalaupun kita memilih paket standar, opsinya pun lebih banyak dan cukup variatif. 

Di Fogo, dari sepengalaman Bang Emmet, rasanya pilihan dagingnya lebih sedikit. Yang pasti, saat Bang Emmet tanya apakah ada jantung ayam, yang jadi salah satu favorit Bang Emmet kalau ke Tucanos, Fogo tidak punya. Di aspek ini, Bang Emmet vote untuk Tucano's. 

Penyajian
Di Tucano's kita memasang rambu di meja (berupa koin hijau, kuning atau merah). Sejurus kemudian, waiter akan datang dan menanyakan menu apa yang kita inginkan, lalu mereka segera antarkan. Di Fogo, waiter akan berkeliling-keliling ke setiap meja menawarkan barbeque yang mereka pegang dan meletakkannya di piring besar untuk kita sharing makan bersama. 

Di aspek ini, Bang Emmet lebih memilih Tucano's. 

Alasannya, berhubung yang kita pesan itu spesifik, jadi saat diantarkan, menunya masih hangat fresh from the oven. Di Fogo, berhubung mas-mas dan mbaknya berkeliling-keliling menawarkan, daging yang mereka antarkan kadang sudah dingin dan kurang cihuy.

NB: Bang Emmet baru tahu beberapa hari lalu dari IG resmi Fogo bahwa ternyata daging yang diantarkan mas-mas atau mbaknya bisa dihangatkan lagi dengan semacam penyembur api makanan. Tapi Bang Emmet pribadi, lebih memilih metode Tucano's. 

Buffet
Di Fogo, seperti tadi Ny. Emmet jajal, ada soto betawi, ada es cendol dan lain-lain. Sayang hari ini es krim lagi tidak tersedia. Yang menarik, di buffet area-nya pun ada iga sapi bakar yang maknyusss yang mengingatkan Bang Emmet pada Iga Bakar Cabe Hijau hotel Pullman Jakarta Central Park. Sebagai gambaran, iga sapi bakar di hotel itu adalah menu favorit media-blogger se-Indonesia kalau mampir ke sana. Sayangnya terakhir bikin event di sana, menu itu sudah tidak tersedia karena kabarnya chef-nya dibajak hotel kompetitor.

Psstt.. sudah ketemu. Sekarang chef-nya bertugas di The Langham 😆

Di Tucano's Pavilion Arcade, pilihan buffet-nya memang cukup banyak, tapi Bang Emmet rasa Fogo lebih bervariasi. Apalagi terakhir ke Tucano's Senayan City Mall, lebih sedikit lagi opsi makanannya. Untuk aspek ini, Bang Emmet vote Fogo.

Waktu
Di Fogo, baru saja kita duduk, kita diwanti-wanti oleh mbaknya untuk makan hanya dalam waktu 60 menit saja. Buat yang ingin santai-santai dan makan banyak, kayaknya nggak seru kalau diburu-buru.

Di Tucano's, pertamakali ke sini justru saat Bang Emmet bikin experience event bersama beberapa rekan-rekan dan gathering santai (dari buka sesi sampai tutup sesi). Kali kedua datang ke sana adalah saat Bang Emmet ngadain kumpul-kumpul akhir tahun bersama tim di kantor untuk makan siang santai. Kali ketiga, nyoba yang di Senayan City Mall, waktunya juga santai banget sampai kita bisa puas foto-foto dan undian tukar kado. Untuk soal durasi, Bang Emmet pilih Tucano's.

Harga
Nah ini. Untuk makan all you can eat berdua di Fogo, tagihan yang harus kita bayarkan hanya Rp297.000 alias tidak sampai Rp150.000 per pax. Dengan pilihan buffet yang juga variatif, ini sangat menarik. 

Di Tucano's, terakhir Bang Emmet makan di kisaran Desember 2021, per pax-nya kita kena Rp294.624 untuk paket classic (dasar). Tentu untuk aspek ini, Fogo lebih menarik. Tapi ingat, ada harga, ada rupa. Meski harganya lebih mahal, daging di Tucano's menurut Bang Emmet lebih premium.

Akhir kata, untuk yang kita-kita yang nggak bisa makan terlalu banyak daging, AYCE di Fogo menarik, apalagi kalau sedang lapar berat. Tapi kalau Anda ingin menikmati barbeque dengan kualitas ultimate dan tidak ingin terlalu diburu waktu, Tucano's lebih pas. 

Berikut salah satu cuplikan persinggahan Bang Emmet ke Tucano's Pavillion Arcade, Mas Mansyur, Karet, Jakarta Pusat. Yang Fogo? Nanti kalau sempat kita buat 😅

19 Desember 2021

Musik di Dunia Kripto? Kenapa Tidak?

Judul artikel kali ini mungkin terdengar kontroversi. Tapi hal ini bukanlah sesuati yang cuma sekadar mimpi. Di dunia metaverse dan multiverse seperti saat ini, tidak ada yang pasti. Dan musik di dunia cryptocurrency, bisa jadi.

Ini hanya sekadar opini saya ya, yang hanya seorang newbie di bidang ini. Begini.

Ingat Napster? Atau Anda belum lahir waktu Napster ada lalu di-banned? Intinya gini. Saat ini menurut saya pribadi, industri musik dikontrol dan didominasi oleh label-label ataupun perusahaan skala raksasa. 

Label yang punya kuasa, seorang musisi mendapat royalti sekian (CMIIW lho ya, saya bukan pakar di dunia musik juga). Perusahaan raksasa lain seperti Google, Apple dan lain-lainnya juga yang pun kuasa, seorang artis yang memiliki karya dan diunggah di platform mereka, mendapatkan royalti sekian.

Cryptocurrency dengan sistem desentralisasi di blockchain-nya membuat pengguna di setiap sisi, punya kuasa masing-masing.

Sebagai contoh. Ke depan, kalau artis memproduksi karya musiknya dan mengunggahnya ke blockchain yang seperti internet, tidak dimiliki oleh pihak tertentu, bisa mendapatkan penghasilan langsung dari audience atau penggemar mereka yang menyaksikan musik ciptaannya.

Dari sisi pengguna, mereka juga bisa bebas mengikuti atau menikmati hasil karya band-band atau artis idolanya, tanpa harus membayar ke pihak ketiga. Misal: ke YouTube, ke Apple Music, ke Spotify dan lain-lain. Melainkan langsung ke artis favoritnya tersebut.

Lho, saat ini kan kita bisa "nyawer" langsung ke artis idola di Tiktok, Bang? 

Betul. Tapi sama seperti tadi kita sudah sebutkan. Tetap saja, dengan menggunakan platform Tiktok, sang pemilik platform pun tentu mengambil sebagian keuntungan dari artis yang bersangkutan atau dari penggemarnya saat mereka mengirimkan donasi.

Ingat soal Napster tadi? Napster adalah platform audio streaming peer to peer service yang memungkinkan kita menikmati musik tanpa harus membayar ke penyedia platform tersebut. 

Memang, dulu langkah yang diambil menjadi ilegal karena banyak pelanggaran hak cipta di sana. Tapi intinya adalah, jaringan Napster ini tidak terpusat. Seluruh kontennya tidak ada di server Napster. Semuanya desentralisasi. Pengguna yang mau mendengarkan musik apa, tinggal terhubung ke pengguna lain yang memiliki kontennya.

Nah, di sinilah manfaat blockchain, decentralized dan dunia cryptocurrency masuk, dan membawa potensi manfaat, bukan mudharat.

Dengan teknologi blockchain, seluruh aset digital memiliki tag spesifik yang menandakan pemilik sah dari aset digital tersebut. 

Tak hanya koin atau token atau NFT yang ada di sana, ke depan, "file MP3" ciptaan seorang musisi pun kalau sudah di-mint ke blockchain, tidak bisa diubah kepemilikannya menjadi punya orang lain. Artinya, sang artis akan memiliki konten tersebut selamanya. Tentunya sampai kepemilikan tersebut mereka jual atau dihanguskan (burn).

Saat ini saya memang belum dengar ada teknologi yang memperkenankan sebuah aset digital di blockchain bisa disewakan. Yang bisa adalah dibeli. 

Tapi bukan sesuatu hal yang mustahil, teknologinya akan memungkinkan pemiliki aset digital "menyewakan" aset yang ia miliki ke pihak lain. Si pemilik "file MP3" tersebut akan mendapatkan royalti langsung dari orang lain yang menikmati hasilnya tanpa harus bagi hasil dengan platform-platform besar seperti YouTube dan lain-lain tadi.

Tidak ada masalah memang, memanfaatkan platform besar tersebut bagi para artis yang ingin karyanya dinikmati oleh penggemar. Namun di sisi lain, mungkin sebagian konten kreator akan merasa platform tersebut memungut dan "menang banyak" karena porsi bagi hasilnya tadi.

Lho, bagaimana kalau nanti konten "file MP3" itu nanti dibajak dan dimodif lalu di-minting oleh pihak lain ke blockchain dan mereka bisa dapat keuntungan juga?

Soal ini sih, saya nggak khawatir. Di dunia teknologi digital ada yang namanya DRM (Digital Rights Management) yang bisa melacak pembajakan dari algoritma file bajakan yang bersangkutan. 

Anda yang sering bersinggungan dengan content creation dan mengunggah ke YouTube atau platform lain mungkin kenal dengan teknologi yang satu ini. Dan di dunia blockchain, suatu saat pasti akan ada atau banyak developer yang akan membuat layanan khusus untuk memantau pembajakan seperti ini. Atau malah sudah ada?

Akhir kata, blockchain yang merupakan teknologi penyimpanan data, terus berkembang. Tak hanya aset digital finansial saja yang bisa disimpan. Saya yakin aset-aset digital lain seperti musik atau film juga akan bisa disimpan di sini. 

Dan kalau sudah disimpan di blockchain, pemiliknya bisa langsung mendapatkan hasil dari penggemarnya yang ingin menikmati, tanpa harus bagi hasil dengan porsi yang cukup mencekik ke perusahaan-perusahaan raksasa pemilik platform. Dan inilah manfaat yang ditawarkan oleh blockchain dan dunia cryptocurrency.