17 Januari 2022

PIK, Tempat Piknik Gak Jauh dari Jakarta

Tempat menikmati senja yang sekarang Bang Emmet dan Nyonya gandrungi ada di PIK2. Di sana, masih under construction, jadi masih relatif sepi, bersih dan asri. 

Memang, ini sebenarnya fasilitas dari kompleks perumahan, bukan kawasan piknik atau wisata. Tapi jangan salah. Meskipun masih under construction, ada beberapa area di PIK2 ini yang sudah jadi dan bisa kita nikmati. Dan nikmatnya, karena mungkin banyak yang belum tahu soal tempat ini.

Nah, kayak gini pemandangannya. Seger kan, apalagi kalau sore, jelang sunset. Sungainya ini airnya jernih. Riverbanks-nya dari batu yang dijaring. 

Sayangnya, saat Bang Emmet dan Nyonya ke sana, lagi agak mendung. Dan ternyata, sunset-nya terhalang jembatan di ujung sana. Sebenarnya mereka sedang membangun jembatan untuk pesepeda atau pelancong menyeberang ke sisi lain. Tapi jembatannya belum selesai.

Kalau jembatannya sudah selesai, mungkin bisa lebih mudah menikmati sunset.

Anyway, berikut ini spot-spot asik lainnya untuk santai-santai di sini. Cocok lah buat melepas penat, duduk-duduk, jalan-jalan ataupun sepedahan. 

Mau olah raga, bisa juga. Tuh alat-alatnya ada. Tinggal pakai. Tapi ya jangan brutal ya, meski gratis, ini fasilitas umum, milik bersama dan harus dijaga.

16 Januari 2022

Pilih Tucano's atau Fogo Brazilian BBQ?

Setelah beberapa waktu lalu Bang Emmet menjajal Tucano's Brazilian BBQ di Pavilion Arcade, dekat kawasan Citiwalk Sudirman, lalu Tucano's yang berada di LG floor, Senayan City Mall, kali ini waktunya kita menjajal Fogo Brazilian BBQ. Kedua restoran ini ada di genre yang sama, yakni all you can eat, Brazilian barbeque. Kebetulan, weekend lagi senggang dan sudah lama nggak we time dengan Ny. Emmet.

Setelah survey, dipilihlah Fogo Brazilian BBQ cabang PIK. Kenapa PIK? Yaa, karena Bang Emmet dan Nyonyah sekarang seneng aja main ke PIK. Selain deket (tinggal lempeng doang dari rumah), bisa sekalian cuci mata dan mengkhayal. Singkat kata, otw lah kita ke sana.

Ternyata, Fogo Brazilian BBQ ini juga sebaiknya reserve dulu sebelum datang. Kalau datang pas jam makan siang seperti Bang Emmet kali ini, resto hampir penuh. Untung cuma datang berdua dan meski nggak reserve, masih ada meja kosong. Anyway, duduk lah kita di salah satu sudut.

Berhubung ini kali pertama menjajal, Bang Emmet lihat-lihat sikon dulu. Ternyata, selain barbeque (beef dan chicken) yang diantarkan sama mas-mas dan mbaknya ke meja kita, di area buffet juga masih banyak hidangan yang bisa kita santap. 

Kali ini, kita tidak membahas Fogo secara spesifik. Tapi Bang Emmet ingin sharing opini mana yang Bang Emmet lebih suka dari kedua restoran tersebut. Tucano's atau Fogo Brazilian BBQ?

Hidangan Utama
Di Tucanos, pilihan daging sapi dan ayamnya cukup banyak. Bahkan kalau kita memesan menu ultimate, ada tambahan ekstra pilihan daging kelas atas yang disajikan. Tetapi kalaupun kita memilih paket standar, opsinya pun lebih banyak dan cukup variatif. 

Di Fogo, rasanya pilihan dagingnya lebih sedikit. Yang pasti, saat Bang Emmet tanya apakah ada jantung ayam, Fogo tidak punya. Di aspek ini, Bang Emmet vote untuk Tucano's. 

Penyajian
Di Tucano's kita memasang rambu di meja (berupa koin hijau, kuning atau merah). Waiter akan datang dan menanyakan apa yang akan kita minta antarkan. Di Fogo, waiter akan berkeliling-keliling ke setiap meja menawarkan barbeque yang mereka pegang dan meletakkannya di piring besar untuk kita sharing makan bersama. 

Di aspek ini, Bang Emmet lebih memilih Tucano's. Alasannya, berhubung yang kita pesan itu spesifik, jadi saat diantarkan, menunya masih hangat fresh from the oven. Di Fogo, berhubung mas-mas dan mbaknya berkeliling-keliling menawarkan, daging yang mereka antarkan kadang sudah dingin dan kurang cihuy.

Buffet
Di Fogo, seperti tadi Ny. Emmet jajal, ada soto betawi, ada es cendol dan lain-lain. Sayang hari ini es krim lagi tidak tersedia. Malah di buffet area-nya pun ada sapi bakar yang maknyusss yang mengingatkan Bang Emmet pada Iga Bakar Cabe Hijau yang jadi favorit media-blogger se-Indonesia kalau makan di Pullman Jakarta Central Park tempo dulu yang sayangnya sudah tidak bisa kita dapatkan karena kabarnya chef-nya dibajak hotel kompetitor.

Di Tucano's Pavilion Arcade, pilihan buffet-nya memang cukup banyak, tapi Bang Emmet rasa Fogo lebih bervariasi. Tucano's Senayan City Mall, lebih sedikit lagi opsinya. Untuk aspek ini, Bang Emmet vote Fogo.

Waktu
Di Fogo, baru saja kita duduk, kita diwanti-wanti oleh mbaknya untuk makan hanya dalam waktu 60 menit saja. Buat yang ingin santai-santai dan makan banyak, kayaknya nggak seru kalau diburu-buru. Untuk soal ini, Bang Emmet pilih Tucano's.

Harga
Nah ini. Untuk makan all you can eat berdua di Fogo, tagihan yang harus kita bayarkan hanya Rp297.000 alias tidak sampai Rp150.000 per pax. Dengan pilihan buffet yang juga variatif, ini sangat menarik. Di Tucano's, terakhir Bang Emmet makan di kisaran Desember 2021, per pax-nya kita kena Rp294.624 untuk paket classic (dasar). Tentu untuk aspek ini, Fogo lebih menarik.

Akhir kata, untuk yang kita-kita yang nggak bisa makan terlalu banyak apalagi daging, Fogo menarik. Tapi kalau Anda ingin menikmati barbeque dengan kualitas ultimate dan tidak terlalu diburu waktu, Tucano's lebih pas. Tapi ingat, ada rupa, ada harga.

19 Desember 2021

Musik di Dunia Kripto? Kenapa Tidak?

Judul artikel kali ini mungkin terdengar kontroversi. Tapi hal ini bukanlah sesuati yang cuma sekadar mimpi. Di dunia metaverse dan multiverse seperti saat ini, tidak ada yang pasti. Dan musik di dunia cryptocurrency, bisa jadi.

Ini hanya sekadar opini saya ya, yang hanya seorang newbie di bidang ini. Begini.

Ingat Napster? Atau Anda belum lahir waktu Napster ada lalu di-banned? Intinya gini. Saat ini menurut saya pribadi, industri musik dikontrol dan didominasi oleh label-label ataupun perusahaan skala raksasa. 

Label yang punya kuasa, seorang musisi mendapat royalti sekian (CMIIW lho ya, saya bukan pakar di dunia musik juga). Perusahaan raksasa lain seperti Google, Apple dan lain-lainnya juga yang pun kuasa, seorang artis yang memiliki karya dan diunggah di platform mereka, mendapatkan royalti sekian.

Cryptocurrency dengan sistem desentralisasi di blockchain-nya membuat pengguna di setiap sisi, punya kuasa masing-masing.

Sebagai contoh. Ke depan, kalau artis memproduksi karya musiknya dan mengunggahnya ke blockchain yang seperti internet, tidak dimiliki oleh pihak tertentu, bisa mendapatkan penghasilan langsung dari audience atau penggemar mereka yang menyaksikan musik ciptaannya.

Dari sisi pengguna, mereka juga bisa bebas mengikuti atau menikmati hasil karya band-band atau artis idolanya, tanpa harus membayar ke pihak ketiga. Misal: ke YouTube, ke Apple Music, ke Spotify dan lain-lain. Melainkan langsung ke artis favoritnya tersebut.

Lho, saat ini kan kita bisa "nyawer" langsung ke artis idola di Tiktok, Bang? 

Betul. Tapi sama seperti tadi kita sudah sebutkan. Tetap saja, dengan menggunakan platform Tiktok, sang pemilik platform pun tentu mengambil sebagian keuntungan dari artis yang bersangkutan atau dari penggemarnya saat mereka mengirimkan donasi.

Ingat soal Napster tadi? Napster adalah platform audio streaming peer to peer service yang memungkinkan kita menikmati musik tanpa harus membayar ke penyedia platform tersebut. 

Memang, dulu langkah yang diambil menjadi ilegal karena banyak pelanggaran hak cipta di sana. Tapi intinya adalah, jaringan Napster ini tidak terpusat. Seluruh kontennya tidak ada di server Napster. Semuanya desentralisasi. Pengguna yang mau mendengarkan musik apa, tinggal terhubung ke pengguna lain yang memiliki kontennya.

Nah, di sinilah manfaat blockchain, decentralized dan dunia cryptocurrency masuk, dan membawa potensi manfaat, bukan mudharat.

Dengan teknologi blockchain, seluruh aset digital memiliki tag spesifik yang menandakan pemilik sah dari aset digital tersebut. 

Tak hanya koin atau token atau NFT yang ada di sana, ke depan, "file MP3" ciptaan seorang musisi pun kalau sudah di-mint ke blockchain, tidak bisa diubah kepemilikannya menjadi punya orang lain. Artinya, sang artis akan memiliki konten tersebut selamanya. Tentunya sampai kepemilikan tersebut mereka jual atau dihanguskan (burn).

Saat ini saya memang belum dengar ada teknologi yang memperkenankan sebuah aset digital di blockchain bisa disewakan. Yang bisa adalah dibeli. 

Tapi bukan sesuatu hal yang mustahil, teknologinya akan memungkinkan pemiliki aset digital "menyewakan" aset yang ia miliki ke pihak lain. Si pemilik "file MP3" tersebut akan mendapatkan royalti langsung dari orang lain yang menikmati hasilnya tanpa harus bagi hasil dengan platform-platform besar seperti YouTube dan lain-lain tadi.

Tidak ada masalah memang, memanfaatkan platform besar tersebut bagi para artis yang ingin karyanya dinikmati oleh penggemar. Namun di sisi lain, mungkin sebagian konten kreator akan merasa platform tersebut memungut dan "menang banyak" karena porsi bagi hasilnya tadi.

Lho, bagaimana kalau nanti konten "file MP3" itu nanti dibajak dan dimodif lalu di-minting oleh pihak lain ke blockchain dan mereka bisa dapat keuntungan juga?

Soal ini sih, saya nggak khawatir. Di dunia teknologi digital ada yang namanya DRM (Digital Rights Management) yang bisa melacak pembajakan dari algoritma file bajakan yang bersangkutan. 

Anda yang sering bersinggungan dengan content creation dan mengunggah ke YouTube atau platform lain mungkin kenal dengan teknologi yang satu ini. Dan di dunia blockchain, suatu saat pasti akan ada atau banyak developer yang akan membuat layanan khusus untuk memantau pembajakan seperti ini. Atau malah sudah ada?

Akhir kata, blockchain yang merupakan teknologi penyimpanan data, terus berkembang. Tak hanya aset digital finansial saja yang bisa disimpan. Saya yakin aset-aset digital lain seperti musik atau film juga akan bisa disimpan di sini. 

Dan kalau sudah disimpan di blockchain, pemiliknya bisa langsung mendapatkan hasil dari penggemarnya yang ingin menikmati, tanpa harus bagi hasil dengan porsi yang cukup mencekik ke perusahaan-perusahaan raksasa pemilik platform. Dan inilah manfaat yang ditawarkan oleh blockchain dan dunia cryptocurrency.

14 Desember 2021

Tips Memilih Rumah Pertama untuk Keluarga Muda

Sejak saya kecil, dan selama masa remaja, saya selalu memimpikan, punya rumah sendiri. Ada yang masih ingat kalimat ini? Saya masih ingat persis. 

Sebenarnya saya lupa kalimat itu berasal dari iklan TVC apa. Tetapi karena dulu iklan tersebut sering muncul saat saya masih kecil, di kisaran tahun 1990-an yang lalu, kalimat itu kemudian terus tertanam dan mengendap di benak seumur hidup saya. Luar biasa bukan?

Nah, ada hubungannya dengan kalimat tersebut, kata-kata: mimpi punya rumah sendiri, ternyata memang benar adanya. Saya pun mengalaminya. Memiliki rumah sendiri merupakan impian saya, apalagi setelah berkeluarga.

Nah, buat Anda yang sedang mencari dan memilih rumah pertama, khususnya untuk para pengantin baru, meskipun saya juga masih pengantin baru (baru 18 tahun maksudnya), berikut ini beberapa tips dari saya. 

www.mustikavillagesukamulya.com

Perlu dicatat, tips ini merupakan opini dan pengalaman pribadi. Belum tentu cara atau pengalaman yang saya rasakan cocok juga untuk semua keluarga muda. Akan tetapi, tetap saya share saja di sini, siapa tau bermanfaat untuk 1-2 orang. Ok, apa saja?

Tips Memilih Rumah Pertama untuk Keluarga Muda

Lokasi
Aspek ini merupakan faktor yang sangat esensial. Mengapa? Anda harus memilih rumah dengan lokasi yang terdekat dengan tempat kerja atau usaha Anda. Atau kalaupun tidak terlalu dekat, pastikan lokasinya mudah diakses dengan sarana transportasi publik ataupun akses jalan tol.

Lokasi yang dekat atau memiliki akses yang mudah akan sangat bermanfaat untuk menunjang mobilitas sehari-hari Anda nantinya. Tujuannya tentu agar lebih cepat atau lebih efisien menuju tempat bekerja atau beraktivitas.

Lingkungan
Faktor berikutnya yang perlu diperhatikan adalah lingkungan, sarana dan prasarana serta fasilitas yang disediakan oleh pengembang kompleks perumahan atau hunian yang Anda pilih tersebut.

Alasannya, rumah tempat tinggal kita ini nantinya bukan hanya sekadar untuk kita beristirahat selepas pulang kerja. Akan tetapi, ia juga akan menjadi tempat kita membina keluarga kecil kita dan membesarkan anak-anak kita nantinya. 

Fasilitas publik yang baik, udara yang segar bebas polusi, lingkungan yang hijau dan luas merupakan aspek yang sangat signifikan untuk kenyamanan hidup Anda. Percayalah!

Kualitas Bangunan
Faktor berikutnya adalah kualitas bangunan. Pengalaman saya membeli rumah pertama dari pengembang, tidak sedikit yang menawarkan rumah yang harganya terjangkau, namun ternyata menawarkan bangunan dengan kualitas yang kurang baik.

Sebagai contoh, bata merah yang hanya digunakan di bagian dinding depan, kuda-kuda atap yang menggunakan kayu berkualitas rendah, kusen jendela dan pintu yang finishingnya tidak rapi misalnya, merupakan masalah klasik rumah yang ditawarkan di harga terjangkau oleh pengembangnya. 

Pastikan Anda menanyakan faktor-faktor ini pada developer sebelum Anda membeli hunian. Kalau rumah tersebut belum dibangun, Anda juga bisa secara berkala mampir melihat proses pembangunan rumah Anda dan segera melaporkan kalau Anda merasa ada yang tidak sesuai ke pihak pengembang.

www.mustikavillagesukamulya.com

Desain Rumah
Kalau dana Anda belum banyak, misalnya karena Anda dan pasangan baru saja meniti karir masing-masing, Anda tidak perlu memaksakan diri membeli rumah dengan ukuran yang luas. Rumah yang tidak terjangkau akan menyulitkan Anda saat mengangsur hunian tersebut dan membelit hidup Anda ke depan. Dan ini berpotensi menjadi bibit-bibit masalah dalam rumah tangga Anda nantinya. Percayalah!

Silakan pilih rumah yang mungil, dengan ukuran tanah 60 meter misalnya, namun dengan desain rumah yang asri, plafon yang tinggi serta pencahayaan serta sirkulasi udara yang baik. Dua kamar tidur dengan satu kamar mandi umumnya sudah cukup untuk keluarga muda yang baru menikah ataupun baru punya seorang buah hati.

Nah, buat Anda yang sedang mencari rumah, apalagi Anda yang bekerja atau beraktivitas di kawasan Cikarang, Cibitung, Sukatani Bekasi dan sekitarnya, Anda bisa coba lihat-lihat hunian di perumahan Mustika Village Sukamulya.

Mengapa saya rekomendasikan perumahan ini untuk Anda keluarga muda?

Pertama, Mustika Village Sukamulya ini merupakan kompleks hunian yang terjangkau untuk kita-kita para pengantin baru, mulai dari harga Rp160 jutaan, namun dengan kualitas rumah yang lebih baik. 

Kedua, ia juga menawarkan fasilitas yang lengkap dengan area niaga serta minimarket sehingga memudahkan para penghuninya untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari. Air bersih pun bukan masalah karena perumahan ini menyediakan water treatment plant yang dijamin mampu memasok kebutuhan air untuk warganya.

Ketiga, keluarga kecil Anda juga akan mendapatkan lingkungan yang asri jika memilih tinggal di kompleks hunian ini. Pengembangnya sudah menyediakan nuansa hijau yang menenangkan, lengkap dengan taman hijau seluas 3.300 meter serta danau resapan seluas 4.600 meter. Banjir? Tidak ada di kamus Mustika Village Sukamulya.

Berikutnya, ia juga punya lokasi yang sangat strategis. Dekat dengan pasar tradisional, sekolah unggulan, fasilitas kesehatan serta akses menuju kawasan industri Bekasi. Saat ini, Anda bisa menuju ke lokasi perumahan lewat pintu tol Cibitung KM24. Namun saat nanti pintu tol Cibitung-Cilincing diresmikan, jaraknya akan semakin dekat, hanya sekitar 20 menit saja. 

Kalaupun Anda lebih memilih untuk menggunakan transportasi massal, stasiun KRL dan terminal bus AKAP Cikarang pun hanya berjarak 20 menit. Apalagi layanan shuttle juga akan disediakan untuk memudahkan warga yang ingin bepergian.

Oke, beberapa tips di atas bisa Anda jadikan acuan saat Anda ingin membeli rumah pertama untuk keluarga baru Anda. Sesuaikan saja dengan kondisi Anda dan pasangan saat ini dan pertimbangkan opsi-opsi yang ada, karena rumah pertama Anda akan menjadi bagian dari cikal bakal keluarga dan masa depan Anda nantinya. Selamat berburu rumah pertama!

07 Desember 2021

Cara Sederhana Menentukan Kapan Beli dan Jual Crypto di Pintu

Beberapa waktu lalu, saya pernah menuliskan artikel tentang Pintu, salah satu aplikasi crypto yang terdaftar resmi di Indonesia. Ya, ia resmi karena dapat di-download dari Apple App Store ataupun Google Play Store serta terdaftar dan diawasi oleh Kemendag, Bappebti dan Kominfo.

Pada artikel itu, saya menuliskan saran untuk pengguna awam yang ingin mencoba masuk ke dunia crypto, namun belum ada gambaran dan mencari aplikasi yang mudah dipahami untuk beli dan jual aset-aset crypto. Untuk mereka, saya merekomendasikan Pintu sebagai pintu gerbang masuk ke dunia crypto karena menurut saya, ini merupakan aplikasi trading crypto terbaik.  

Di artikel tersebut, agar memancing feedback dari pengunjung, saya memasang shortcut ke nomor WhatsApp saya. Dengan harapan, ada pengguna yang ingin menjajal dunia crypto dan ingin bertanya-tanya. Dan benar saja, ada beberapa pengunjung blog yang menyapa saya via WhatsApp.

Yang menarik, selain menanyakan soal apa itu bitcoin, sang lokomotif mata uang crypto, pertama dan terbesar di dunia, banyak dari teman-teman sesama pengguna awam (saya juga sebenarnya masih masuk dalam kategori ini) menanyakan, bagaimana caranya menentukan kapan waktu yang tepat untuk membeli koin crypto tertentu.


Nah, berhubung saya yang membuka diri untuk ditanya-tanya, tentunya saya bertanggungjawab untuk menjawab-jawab. Meski tentunya, saya selalu menjelaskan bahwa saya juga pengguna pemula dan baru beberapa bulan terakhir jual beli crypto di Pintu. Penjelasan saya hanya sebagai gambaran, apa yang saya lakukan dan tentunya tidak mungkin akurat apalagi sampai 100%. Lalu, apa yang saya jelaskan untuk mereka yang bertana untuk menemukan kapan beli dan jual crypto di Pintu?

Tentukan Cryptocurrency Terfavorit
Nah, pertama-tama saya selalu menyarankan kepada mereka untuk memilih 4-5 koin/token crypto di Pintu yang perlu mereka perhatikan. Koin/tokennya tentu bebas namun saya menyarankan untuk memilih crypto yang harganya relatif terjangkau. Misalnya Doge, Matic, Ocean, Sandbox, The Graph, REN, atau yang terbaru, token Pintu itu sendiri.

Mengapa saya merekomendasikan koin/token tersebut?

Pertama, karena harganya relatif murah. Pengguna awam yang hanya memiliki dana Rp11.000 bisa membeli 1-2 atau 3 koin cryptocurrency tersebut. Lumayan. Ini tentunya lebih lumayan dibandingkan dengan jika kita hanya memiliki Rp11.000 namun membeli Bitcoin, Yearn.finance, Etherium atau yang lainnya. Kita hanya akan mendapatkan 0,0000 sekian koin saja. Sangat tidak signifikan.

Kedua, koin-koin yang harganya murah relatif sering mengalami kenaikan (dan penurunan harga) hingga 2 kali lipat. Misal, pada saat artikel ini dibuat, harga beli (Buy) 1 koin REN adalah Rp8.925. Padahal, koin tersebut beberapa minggu sebelumnya stabil di kisaran harga Rp12.000 - Rp13.000. Bahkan sempat mencapai Rp14.000-an dan pernah juga di Rp25.000-an.

Kalau kita belinya Bitcoin, yang di saat ini harganya di Rp710.647.356, cukup kecil kemungkinannya ia akan naik sebesar 50 persen dalam waktu dekat apalagi naik hingga 2 kali lipat. Artinya, potensi keuntungan yang akan kita dapat kalau kita trading di koin yang harganya terjangkau akan lebih besar, khususnya kalau modal kita tidak besar. Lihat saja kasus Sandbox, sang koin fenomenal.

Ketiga, untuk pengguna awam, khususnya buat saya pribadi, memantau koin-koin yang harganya "sideways" di kisaran Rp11.000-an sampai Rp19.000-an tentu lebih mudah diingat dibandingkan kalau kita harus menghafal harga Maker (misalnya) yang angka digitnya banyak, yakni di kisaran Rp35 sampai Rp48 jutaan sekian.

Nah, kalau sudah menentukan koin favorit, masukkan saja ke daftar Watchlist.

Cara Menentukan Kapan Waktunya Membeli Crypto
Nah, inilah pertanyaan yang paling banyak ditanyakan dan jawabannya juga dicari-cari banyak orang (termasuk saya). Oke, cara sederhana saya seperti ini. Sebelumnya, disclaimer dari saya, cara ini merupakan cara yang saya lakukan. Tidak menjamin 100 persen berhasil. Namun demikian, buat saya cara ini cukup sering sukses mendapatkan profit dalam hitungan harian atau mingguan.

Pertama-tama, lihat ke Market lalu sortir harga dengan tap 24H Changes. Lihat saja koin-koin/token yang harganya sedang drop paling dalam.

Apakah ada koin favorit yang sering Anda pantau harganya dan saat ini sedang berada di zona papan bawah? Kalau ada, langsung saja tap di koin yang bersangkutan. Contohnya seperti ini:

Sebagai contoh, kita ambil Ocean. Token ini ada di watchlist saya dan saat ini harganya sedang “diskon” 7 persenan. Tap di token tersebut dan lihat harga 24 jam terakhir. Misalnya seperti ini:

Di chart 24 jam terakhir di atas, harganya relatif sedang. Tidak terlalu mahal dan cenderung sedang turun. Apakah langsung kita beli? Tunggu dulu. 

Kalau kita lihat di chart 1 minggu terakhir. Harganya relatif rendah. Nah, ini merupakan petunjuk yang baik untuk membeli. Kalau mau beli, silakan. Tapi sebaiknya, jangan langsung beli dengan seluruh modal Rupiah yang kita punya. Misalnya kita punya modal Rp100.000, coba beli dulu dengan modal senilai Rp20.000 atau Rp25.000. Kalau harganya turun, kita beli lagi sebesar Rp20.000. Atau kalau naik dan banyak, bisa kita jual dulu.

Contoh lain, misalnya kita lihat chart Sandbox seperti di bawah ini:

Di 24 jam terakhir, harganya relatif murah. Waktu yang baik untuk membeli. Tapi sebelumnya, kita cek dulu chart 1 minggu terakhir.

Ternyata, harganya juga relatif murah. Artinya, waktu yang cukup baik untuk membeli coin Sandbox.

Silakan tunggu dalam beberapa jam. Kalau harganya turun ke bawah Rp90.000, silakan beli lagi secara bertahap. Tetapi kalau naik ke Rp95 atau Rp97 ribu, jual saja. Boleh jual semua, boleh jual Sebagian.

Misal jika Anda membeli senilai Rp500.000 di harga Buy Rp93.460 dan jual di harga Rp97.000, nilai Sandbox Anda kurang lebih menjadi sekitar Rp518.900-an. Anda ambil saja modalnya (jual) asset Anda sebesar Rp500.000 sehingga Anda masih punya sisa Rp18.000-an dalam bentuk token Sandbox. Kalau harganya masih naik lagi, lumayan. Artinya Anda sudah punya "uang yang bekerja untuk Anda".

Tidak sempat memantau secara terus menerus, pasang saja notifikasi (Set Alert) di sudut kanan atas.

Cara Menentukan Kapan Waktunya Menjual
Nah, ini juga pertanyaan yang cukup sering muncul. Kalau boleh, sebelum saya menjawab, saya ingin bercerita.

Dulu, saat saya lulus kuliah, pekerjaan pertama saya adalah menjadi trader forex di perusahaan futures. Memang saya hanya bertahan sekitar 1 minggu bekerja di sana. Namun selama 1 minggu itu, saya mendapatkan banyak sekali pelatihan teori serta praktek trading di floor.

Satu hal yang paling saya ingat dari supervisor saya saat saya diterima bekerja di sana adalah, ia berpesan: 1. Jangan tamak. Profit 3-5 persen di depan mata, ambil. 2. Kalau ragu untuk open position, jangan. Bersabar, lakukan hal lain dulu sambil memantau pergerakan pasar atau lihat pair lain. 3. Jangan panik, pasang cut loss position.

Nah, ini juga saya lakukan saat dua puluh tahun kemudian saya kembali ke dunia trading (meski kali ini di cryptocurrency), termasuk di Pintu.

Di Pintu, profit 3-5-7 persen pun saya ambil (jual). Kalau memang masih naik harganya, saya kembali masuk (beli) dan jual lagi kalau sudah mencapai target profit saya itu.

Meskipun pasar sedang sangat menggiurkan, potensi profit belasan bahkan puluhan persen bisa terjadi, saya tetap memegang teguh prinsip yang diajarkan mentor saya tersebut. Dan benar saja, ilmu yang diajarkan di dunia forex trading tersebut juga bisa diterapkan di crypto termasuk di Pintu.

Jadi, kapan waktunya jual? Buat saya, kalau sudah profit 3-5-7 persen. Jual saja. Jangan tamak.

Kesimpulan sederhana dari saya, trading, apapun industrinya, baik saham, forex ataupun crypto, punya potensi profit dan juga loss yang bisa terkontrol. Tergantung kita para pelaku trading di dalamnya.

Di Pintu, chart yang disajikan untuk menganalisa pergerakan pasar sangat sederhana. Meskipun tidak selengkap dan secanggih di aplikasi lain, tapi untuk pengguna awam, saya sangat merekomendasikan Pintu. Terbukti, saya bisa mendapat cuan yang cukup lumayan di sini, meskipun tentunya ada juga Sebagian modal saya yang nyangkut di beberapa token/koin.

Yang pasti, beberapa tips dari saya di atas adalah NFA (Not Financial Advice). Saya hanya sharing tentang seperti apa trading yang saya lakukan di Pintu. Chart memang bisa jadi referensi, namun tidak ada yang pasti di dunia trading. Hal yang mengejutkan kerap terjadi tanpa bisa kita prediksi. 

Intinya: jangan tamak, sabar dan jangan panik. Di Pintu, tidak ada kata loss. Yang ada hanya nyangkut. Dan asalkan Anda tidak panik lalu menjual rugi, modal Anda akan aman. Tunggu saja sampai harga koin/token yang Anda belli tersebut kembali naik.

Oke, yuk trading bareng saya di Pintu.

06 Desember 2021

Beef Spaghetti Pizza Hut Taman Ratu

Beberapa waktu lalu Bang Emmet dapat tugas negara, nganterin Ny. Emmet meeting dengan komunitasnya. Berhubung bakal rada lama, Bang Emmet pun udah siap-siap nyari tempat yang agak nyaman buat ngetik. Kebetulan dekat TKP, ada gerai Pizza Hut Taman Ratu, Kedoya Utara.

Sebenernya keliatannya sih sepanjang jalan banyak tempat nongkrong alternatif. Tapi berhubung nggak kenal medan, Bang Emmet baru sekali main ke sekitar sini, meskipun gak jauh-jauh amat dari rumah, alhasil Pizza Hut deh tongkrongan yang terpilih.

Berhubung lagi nggak terlalu lapar, pesanlah Bang Emmet di Pizza Hut sini. Pesan Pizza? Nggak. Pengen nyobain Beef Spaghetti yang di gambarnya kelihatannya enak. Setelah pesan, gak berapa lama, datanglah dia dan berikut ini penapakannya:

Dari sisi penampakan, ada yang sedikit berbeda. Di gambar yang ada di buku menu, kalau kita makan di tempat (dine in), beef spaghetti ini mendapatkan bonus dua batang entah apa itu. Cheese stick? French fries? Anyway, dua batangan itu nggak ada di menu yang Bang Emmet dapat. Kecewa, ya sedikit. Tapi ya sudah lah ya. 

Overall, penampakan spaghetti-nya sih sepertinya cukup lezat. Ia ditempatkan di mangkuk yang cukup lebar, jadi spaghetti-nya kelihatan sedikit. Di atasnya, ada taburan keju serut dan daun parsley halus.

Dari sisi porsi, yaa spaghetti ini nggak banyak-banyak amat. Tapi ya cukup lah untuk mengganjal. Cocok buat Bang Emmet yang memang lagi nggak lapar sebenarnya.

Untuk rasa, nah ini. Menurut Bang Emmet, beef spaghetti Pizza Hut ini relatif biasa saja. Nggak ada yang istimewa. Perasaan Bang Emmet pernah makan beef spaghetti yang lebih enak dari ini. Tapi overall, yaa not bad sih. Memang seperti ini rasa beef spaghetti.

Spaghetti-nya sendiri kenyalnya pas, keju-nya cukup terasa dan gurih daging sapi cincangnya juga pas.

Terakhir, harganya. Satu porsi Beef Spaghetti di Pizza Hut ini harganya Rp50.909 + pajak alias Rp55.999. Sebenarnya juga cukup standar untuk ukuran makanan di restoran. Tapi yang pasti, lain kali kalau Bang Emmet mampir ke Pizza Hut untung nongkrong-nongkrong, kayaknya mending pesan pizza saja sekalian.

Pizza Hut Taman Ratu
21 November 2021
Beef Spaghetti
Rp56.999

3.5 - Porsi
3.5 - Rasa
3 - Penyajian
3.5 - Harga
3.4 - Overall

22 November 2021

Cara Trading Jual Beli Crypto Anti Loss Liquidation atau Margin Call

Cryptocurrency sudah menjadi fenomena. Tidak seperti delapan, sepuluh tahun yang lalu, di mana cryptocurrency dipandang sebelah mata, kini semua mata melirik ke arah crypto.

Ada pilihan jalan yang bisa digunakan untuk masuk ke dunia cryptocurrency. Bisa dengan membeli mata uang crypto yang kita inginkan dengan menggunakan mata uang konvensional (fiat), atau bisa juga dengan melakukan mining (menambang).

 

Lalu, setelah kita memiliki koin atau token cryptocurrency yang kita inginkan? Apa yang bisa dilakukan? Ini juga masih banyak. Bisa hodl, lock atau hold yang artinya kita simpan, bisa kita stake atau sama seperti deposito di bank, bisa juga kita trading sama seperti trading saham ataupun forex.



Nah, trading ini pun masih banyak pilihannya. Bisa spot trading, bisa futures. Bisa scalping, bisa intraday trading atau positioning trading. Bingung mau yang mana? Pilih saja opsi trading yang tidak mengandung rugi. Memang ada?

 

Ada. Contohnya seperti di Pintu.

 

Berbeda dengan trading di platform lain, misalnya di Indodax, Tokocrypto, atau Binance, Kucoin, Hotbit dan lain-lain, trading di Pintu lebih ke arah spot trading. 


Dan menariknya, Anda tidak perlu modal banyak untuk mulai trading crypto di sini. Cukup dengan Rp11 ribu saja, Anda sudah bisa membeli Bitcoin, Etherium, Sandbox, Matic, Ren, bahkan sampai Doge.

 

Trading di sini juga persis seperti kalau kita menukar mata uang konvensional di money changer saat kita akan bepergian ke luar negeri. Ada kurs tengah, ada kurs jual, dan ada kurs beli.

 

Memang ada spread yang cukup lumayan (tergantung mata uang crypto yang dipilih dan tergantung kondisi pasar saat Anda akan melakukan transaksi), akan tetapi, tidak ada biaya administrasi atau charge atau fee apapun saat Anda melakukan penukaran mata uang Rupiah ke crypto atau sebaliknya.

 

Menariknya lagi, trading di Pintu tidak seperti spot trading apalagi futures trading di platform crypto marketplace lainnya. Tidak ada leverage yang bisa membuat profit kita menjadi puluhan, ratusan atau ribuan kali lipat, tetapi tidak ada juga liquidation price, margin call ataupun stop loss / cut loss position.

 

Artinya, kalau Anda trading crypto, misalnya membeli 10 koin REN di harga Rp13.000 per coin atau total sebesar Rp130.000 lalu harganya anjlok ke Rp10.000, Anda masih akan tetap memegang 10 koin REN meski nilainya kini hanya menjadi Rp100.000.

 

Rugi? Belum tentu. Kalau Anda simpan, hold, atau hodl istilah yang umum dipakai di dunia crypto, Anda akan terus memegang 10 koin REN tersebut. Dan kalau nanti harga REN Kembali naik ke Rp13.000 dan terus sampai ke angka Rp14.000, Rp15.000 dan seterusnya, maka 10 koin REN yang Anda punya akan naik nilainya.

 

Persis sama seperti menyimpan emas 10 gram. Taruhlah harga emas per gram saat ini Rp900.000 sehingga Anda punya emas dengan nilai Rp9.000.000. Jika bulan depan atau tahun depan harga emas per gram naik ke Rp1.000.000, maka simpanan emas Anda nilainya akan menjadi Rp10.000.000.

 

Dengan trading seperti ini, loss hanya akan terjadi jika Anda membeli koin di harga Rp13.000 dan Anda panik saat ia turun ke harga Rp12.000 lalu Anda jual. Tapi kalau Anda simpan terus, maka tidak ada kata loss. Yang ada hanyalah “nyangkut” dan Anda akan menjadi salah satu dari sekian banyak sangkuters.


Nyangkutnya berapa lama? Ya tergantung Anda beli koin yang bersangkutan di harga berapa dan kapan ia bisa kembali ke harga tersebut dan naik di atas harga Anda membelinya. Bisa hitungan sehari, seminggu, sebulan atau bahkan lebih. 


Tapi yang pasti, selama Anda tidak jual di harga lebih rendah dari harga Anda beli, ya nggak bakal rugi. Dan kemungkinan koin yang listing di Pintu itu rug pull juga relatif rendah karena hanya koin besar dan potensial saja yang ada di sana. Bukan koin micin.

 

Gimana? Anda tertarik untuk menjajal crypto tapi tidak mau loss? Silakan install aplikasi Pintu dari Google Playstore dan masukkan kode referral saya ini: @mailtofirman475. Kalau kita sudah temenan, mau tanya-tanya apa saja, boleh. Bisa tanya langsung di sini:



Kalau nggak temenan, ya gpp juga sih. Tapi jangan harap saya bisa menjawab 100% pertanyaan Anda lho ya. Pasalnya, saya sendiri baru belajar dan hanya bisa sharing apa yang sudah saya alami selama sekitar hampir setahun ini menggunakan aplikasi Pintu dan cryptocurrency lainnya.

 

Satu tips dari saya. Sama seperti di dunia saham, valas, property atau lainnya, kalau mau berinvestasi ataupun trading, gunakan uang dingin. Jangan uang operasional sehari-hari, uang dapur, uang sekolah, apalagi uang teman 😅

30 Oktober 2021

Telur Gulung Original Chikentu PIK

Kali ini Bang Emmet dan Ny. Emmet ada sedikit waktu luang. Lagi pengen jalan-jalan, lihat-lihat pemandangan dan tentunya makan-makan. Tapi nggak mau jauh-jauh. Deket-deket aja. Opsinya, ya yang lagi rame banget. PIK lagi PIK lagi. Kenapa?

Di sini ya gitu. Seperti sudah pernah Bang Emmet mention sebelumnya, ada buwanyak banget opsi kulineran. Mulai dari makan ringan sampai makan berat. Makanan tradisional sampe barat. Masakan Asia, sampai Afrika juga ada. Beneran! 

Nah kali ini, berhubung lagi nggak lapar-lapar amat, Bang Emmet dan Ny. Emmet pilih jajanan street food aja. Tepatnya di kawasan Food Street, PIK. Lokasinya persis setelah jembatan penghubung Pulau Jawa dengan Pulau D (Pantai Maju).

Setelah parkir di seberang jalan (arah sebaliknya, kembali ke Pulau Jawa), kita nyeberang dan masuk ke area Food Street. Nuansanya kurang lebih mirip-mirip dengan night market kalau kita ke Taiwan atau Singapura. 

Ada banyak banget jajanan di sini dan seperti Bang Emmet pernah mention juga, kalau setiap hari nyobain satu gerai jajanan di kawasan PIK ini, setahun belum tentu selesai semua. Banyak banget. 

Nah, kali ini, pilihan jatuh ke Chikentu Telur Gulung. Kenapa? Selain halal (mustinya), dia juga nggak terlalu berat dan bikin kenyang kelihatannya. Cukup lah untuk nyemil sambil jalan atau menikmati pemandangan. Harganya juga relatif terjangkau. Dan namanya juga unik. Chi kentu. Mirip apa ya?

Anyway, Bang Emmet pilih rasa Original. Setelah menunggu antrian yang cukup panjang, akhirnya jadilah hidangan yang Bang Emmet pesan. Berikut ini penampilannya:

Dari sisi penampakan, Chikentu telur gulung ini kelihatan unik dan menggiurkan. Telurnya ditempatkan dalam gulungan tusuk sate. Persis sate biasa, bedanya ini telur yang digoreng dan digulung di tusuk satenya. 

Ia disajikan dalam cup kertas sehigga bisa kita makan di tempat atau take away. Atau disantap sambil jalan-jalan santai? Bisa juga.

Dari sisi porsi, namanya untuk cemilan, Chikentu telur gulung ini ya cukup lah. Ada 10 tusuk sate telur yang cukup untuk mengganjal perut yang tidak terlalu lapar tapi belum siap untuk diisi dengan makanan berat. 

Kalau mau lebih ringan lagi, telur gulung rasa mozarella, sosis, nugget atau campuran disediakan dalam jumlah yang lebih sedikit, yakni 6 tusuk. Ada juga bumbunya yang bisa kita pilih. Mulai dari BBQ, Balado, Cheese, Seaweed, Spicy atau Pizza.

Untuk rasa, versi yang Bang Emmet coba kali ini yakni Original dan bumbu BBQ, agak unik. Anda pernah makan telur dadar bukan? Nah, ini sama seperti telur dadar, tapi tidak diberi garam dan bawang merah atau daun bawang. 

Aroma dan rasanya sendiri datang dari telur yang diaduk lalu digulung di tusuk satenya, lalu dibaluri bumbu yang kita pilih saat sudah matang dan ditempatkan di cup. Matangnya pun tidak sampai kering/garing. 

Sepuluh tusuk telur gulung ini perlu ditebus di harga yang relatif terjangkau yakni hanya Rp20 ribu saja. Not bad lah, untuk jajanan di kawasan kuliner kekinian. Tapi untuk Bang Emmet, yang lebih suka rasa yang lebih gurih dan prefer gorengan yang agak lebih kering dari ini, rasanya kurang cocok. 

Anda yang tidak terlalu suka makanan asin? Ini mungkin pas. Kalaupun lain kali Bang Emmet nyobain lagi Chikentu ini, kemungkinan akan coba rasa lain.

Chikentu Telur Gulung Food Street PIK
24 Oktober 2021
Telur Gulung Original BBQ
Rp20.000

4 - Porsi
3 - Rasa
4 - Penyajian
4 - Harga
3.7 - Overall