17 Oktober 2021

Chigo Mie Goreng Mantap - Citywalk Gajah Mada

Hari ini Bang Emmet lagi kebagian tugas negara, ngantar Ny. Emmet and the gang belanja ke Pasar Asemka. Berhubung agak ribet parkirnya, Bang Emmet cuma drop di gerbang pintu masuk lalu nanti jemput lagi di tempat yang sama. Nah, kebetulan. Ada waktu beberapa jam untuk hunting-hunting konten kerja. 

Tadinya mikir mau nangkring aja di Starbucks, depan hotel Novotel Gajah Mada. Sempat masuk ke area hotel lalu cari-cari parkiran, ternyata lumayan jauh juga jalan dari parkiran ke Starbucks-nya. Gak bisa kalo dadakan Ny. Emmet manggil dan langsung harus bergerak ke TKP.

Next, beralih ke hotel sebelahnya, Holiday Inn yang lebih dekat lagi ke Asemka. Dan ternyata, baru tau di situ juga ada Citywalk. Ampun dah Bang Emmet, katanya pelancong, tapi kagak tau soal begini. Cek punya cek, pakirannya pun gampang. Persis di parkiran, ada pintu yang menuju Citiwalk-nya itu.

Okelah, parkir lah Bang Emmet di sana. Semoga ada Starbucks dan sejenisnya. Ternyata eh ternyata, nggak ada. Dan Citywalk ini ampun deh sepinya, nggak kayak Citywalk yang di Sudirman. Apa mungkin karena baru jam 10 pagi ya? Untungnya, beberapa cafe dan resto ada yang buka. Salah satunya Kopi Kenangan dan Chigo di sebelahnya.

Cek punya cek (lagi), sepintas kayaknya nggak ada colokan listrik di tempat duduk pengunjung Kopi Kenangan itu. Sementara di outlet Chigo, meja tempat duduk cuma ada 2. Tapi dua-duanya ada colokan listrik. Waini. Langsung saja ini jadi pilihan. 

Dan yang Bang Emmet baru tau berikutnya adalah, Chigo itu singkatan dari Chicken on the Go. Dan dia juga merupakan sub brand dari Kopi Kenangan Group untuk menjadikannya punya keunggulan kompetitif, lebih dari sekadar gerai kopi dibanding brand lainnya. Hadeuh, ke mana aja Bang? Ini brand udah dari awal 2021 kemaren diresmikan, baru nyobain sekarang. Telat ah 😅

Anyway, pesanlah Bang Emmet di kasir. Pesan apa? Paket 8 Pcs Boneless + Fries aja deh. Lumayan buat snack sambil nunggu. Siapa tau Ny. Emmet belanjanya lama di Asemka, jadi cukup lah. 

Nah, berhubung opsi rasanya ada banyak, ada Lauisiana Cajun, Garlic Parmigiano, Asian Honel Soy, Creamy Cheese dan Mie Goreng Mantap!, Bang Emmet pun tanya aja sama mbaknya. Yang kering yang mana mbak? Mie Goreng Mantap katanya. Ya sud lah, inilah yang Bang Emmet pilih plus Latte Kopi Kenangannya. Berikut penampakannya:

Sesuai namanya, Chigo alias Chicken on the Go, ya penyajian Chigo ini dalam kemasan take away. Tapi cukup rapi penataannya. Ayam dan kentangnya masing-masing dipisahkan dengan kertas. Untuk porsinya, sesuai namanya ya kita mendapatkan 8 pcs boneless chicken dan juga fries. Kita juga dapat 2 tusukan sate untuk makan ayam dan kentangnya. Sausnya dapat 2 sachet, Del Monte Extra Hot. Cukup lah, untuk nyemil santai sambil nunggu.

Dari sisi rasa, daging ayamnya empuk dan crispy. Potongan kecil kecil juga membuatnya mudah dimakan, tanpa harus ngotor-ngotorin tangan. Nah, Mie Goreng Mantap! nya ini, agak sulit digambarkan. Yang pasti rasanya. Nggak seperti mie goreng juga sih kayaknya, tapi oke dan cocok dengan lidah Bang Emmet yang memang gemar gurih-gurih.

Untuk harganya, paket 8 Pcs Boneless Fries Mie Goreng Mantap! + Kopi Kenangan Mantan Latte Reguler ini Bang Emmet tebus di harga Rp42.727++ alias Rp50.000 kembalian Rp3.000. Dan kesimpulannya, recommended. 

Sayang seribu sayang. Baru saja Bang Emmet duduk dan sepotret dua potret, panggilan datang dan Bang Emmet harus cap cuss dan gak jadi ngonten di tempat. Sampai rumah, barulah Bang Emmet ngetik tulisan ini. Sambil menikmati Boneless chicken rasa Garlic Parmigiano yang dipesan Bocah Emmet. Kok bisa?

Gara-garanya sih simpel. Dia ngintip layar laptop Bang Emmet pas lagi nge-crop foto di atas dan jadi pengin. Dan hebatnya, artikel belum kelar diketik, babang Gojek sudah datang bawa Chigo-nya. Mantap!

Chigo Mie Goreng Mantap! - Citiwalk Gajah Mada
16 Oktober 2021
8 Pcs Boneless Fries + KK Drink
Rp42.727++

Rating:
4 - Porsi
4 - Rasa
4 - Penyajian
4 - Harga
4 - Overall

11 Oktober 2021

Mix Sashimi Salad Kintaro Sushi PIK

Kemarin, setelah sekian kali cuma muter-muter dan lewat doang, akhirnya Bang Emmet dan Ny. Emmet mampir ke kawasan San Antonio Beach PIK 2. Dan berhubung kita dateng agak siang (baca: kesiangan, weekend mager), jadi kita sekalian nyari brunch saja di sini. Toh udah jam 10-an lewat.

Berhubung belum pernah mampir ke sana, penginnya sih kita lihat-lihat dulu opsi yang ada. Tapi berhubung: 1), udah waktunya diisi dan 2), udah mulai agak panas, jadinya kita nggak banyak lihat-lihat dan harus bikin keputusan cepat. Akhirnya, pilihan jatuh ke Kintaro Sushi PIK.

Sampai di sana, ternyata udah lumayan rame, meski untungnya nggak terlalu padat. Prokes di sinipun terjaga ketat karena harus cek temperatur, didata nama dan nomor hape, social distancing dan meja pun dibersihkan dengan sanitizer serta ultraviolet. Oke juga nih. 

Buku menu pun tidak ada, pesan dengan scan barcode. Jadi semakin meminimalisir transfer bakteri, kuman ataupun virus antar pengunjung. Lalu, Bang Emmet pesan apa? Berhubung pilihannya banyak banget, Bang Emmet pun bingung. Akhirnya, pilih 1 porsi Mix Sashimi Salad. Bentukannya seperti ini:

Yakin Bang, makan sayur doang? Ya nggak sih. Sebenernya da makanan lain yang dipesan Ny. Emmet dan juga yang disarankan sama waiter-nya, tapi yaa, nggak keburu dipotret, udah langsung disikat 😄

Dari sisi penampakan, menu Mix Sashimi Salad ini Instagrammable banget. Sayang rasanya kalau nggak dipotret. Jangan sampai nasibnya seperti Truffle Udon dan Yokohama Roll yang udah terlanjur nggak terselamatkan tadi.

Anyway, sesuai namanya, sashimi salad, porsi dari menu ini terdiri dari dua potong sashimi salmon dan dua potong sashimi tuna. Untuk rasa, baik sayuran ataupun daging ikannya, semuanya fresh dan segar. Daging salmon dan tuna-nya pun kekenyalannya pas.

Lalu, bagaimana soal harganya? Satu porsi Mix Sashimi Salad di Kintaro Sushi PIK ini Rp55.000 belum service charge dan tax. Relatif standar untuk menu resto Sushi. Kapan-kapan kalau ke sini lagi, mungkin menu ini akan kembali menjadi pilihan. Yang pasti sih, selamatkan dulu menu lainnya supaya bisa dikomentarin. Ntar dibilang No Pic = Hoax pula 😝

Kintaro Sushi PIK
10 Oktober 2021
Mix Sashimi Salad
Rp55.000++

Rating:
4 - Porsi
4.5 - Rasa
4.5 - Penyajian
4 - Harga
4.2 Overall

18 September 2021

4 Tips Optimalkan Social Media Marketing untuk Bisnis Baru

Sumber: freepik.com

Setiap jenis bisnis baru yang muncul dari ide-ide kreatif biasanya akan menggunakan social media marketing sebagai salah satu aktivitas pemasaran paling diandalkan. Bukan hanya karena cost-nya yang cenderung lebih masuk akal untuk bisnis baru, namun juga potensi yang dimiliki cara ini demikian besar sehingga sayang sekali jika tidak dimanfaatkan.

Meski demikian, menemukan pola yang tepat untuk digunakan dalam aktivitas pemasaran menggunakan media sosial juga bukan perkara mudah. Maka dari itu, kami akan sajikan beberapa tips sukses untuk Anda, yang ingin menggunakan social media marketing sebagai aktivitas pemasaran utamanya.

Riset, Riset, Riset!

Sumber: freepik.com

Ketika hasil riset sudah didapatkan maka penyusunan strategi dan langkah-langkah riil dapat lebih baik. Dasar yang kuat dan ide cemerlang, kombinasi efektif untuk menyusun taktik pemasaran menggunakan sosial media yang sempurna.Sepertinya memang membosankan, tapi semua strategi yang jitu selalu dibangun berdasarkan hasil riset yang baik. Dengan riset, baik riset pasar, riset kompetitor, dan riset pelanggan, maka Anda akan mendapatkan data riil mengenai bagaimana kondisi terkini dari ketiga hal tersebut.

Riset ini nantinya bisa menghasilan rekomendasi mengenai pemilih media sosial yang digunakan, jadwal posting, jenis konten yang diunggah, tone dari konten, persona akun yang digunakan, serta hubungan yang akan dibentuk dengan pelanggan atau segmen pasar bisnis Anda. Tak lupa, segmen pasar paling potensial yang sekarang ini dimiliki.

Tujuan Jelas, Tahap Demi Tahap

Apa yang jadi tujuan Anda saat menggunakan social media marketing guna mengembangkan bisnis? Pencarian pelanggan baru? Meningkatkan loyalitas pelanggan? Meningkatkan traffic situs yang Anda miliki? Atau meningkatkan brand awareness?

Anda wajib memiliki tujuan yang jelas, atau setidaknya prioritas tujuan yang jelas. Dengan memiliki prioritas, Anda bisa memfokuskan usaha untuk mencapai tujuan tersebut. Hal ini juga mempertimbangkan pengeluaran biaya yang diperlukan dalam meraih tujuan.

Apakah tidak bisa mendapatkan semua dalam satu waktu?

Bukan tidak bisa, namun memerlukan usaha dan dana yang tidak sedikit, serta keberuntungan yang baik. Untuk bisnis skala kecil atau baru tahap awal, menentukan satu tujuan saja sudah cukup. Satu goal untuk satu waktu, jadi usaha yang dilakukan bisa lebih fokus dan hasilnya akan lebih optimal.

Konten yang Pas untuk Social Media Marketing

Sumber: freepik.com

Social media marketing tak akan jauh dari urusan konten yang diunggah pada akun atau ruang yang Anda miliki. Tentu saja, semua orang akan mengatakan hal serupa, yakni membuat konten yang relevan dan menarik untuk segmen pasar Anda. Tapi yang seperti apa?

Konten yang relevan dan menarik adalah konten yang tak hanya berdasarkan imajinasi, tapi juga data yang didapatkan dari riset pada poin pertama tadi. Kreativitas memang diperlukan dalam menyusun konten grafis dan copy yang menarik. Namun tanpa data dari riset, hal ini akan menjadi upaya yang sia-sia dan tidak memiliki acuan jelas.

Anda bisa mendapatkan insight sangat berguna dari riset kompetitor, riset segmen pasar, dan riset sejenis. Dari insight ini bisa didapatkan data untuk dilanjutkan ke proses kreatif, sehingga menghasilkan konten yang benar-benar menarik namun tetap relevan tanpa kehilangan poin utama dari unggahan tersebut.

Jangan Lupa Waktu Unggahan yang Tepat Pula

Setiap media sosial memiliki ‘iklim’-nya masing-masing sehingga memerlukan treatment yang berbeda. Tak hanya terkait materi unggahan atau konten saja, namun juga waktu terbaik untuk mengunggah konten tersebut.

Waktu terbaik ini biasanya mengacu pada kebiasaan mayoritas pengguna media sosial dalam membuka media sosial yang dimilikinya. Misalnya, untuk Twitter waktu terbaik posting adalah pukul 13.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB, sedangkan waktu yang tidak direkomendasikan adalah pukul 20.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB.

Hal tersebut karena Twitter merupakan media yang tepat untuk mengunggah konten berupa copy singkat, menarik, atau link pancingan ke artikel atau konten lain yang ringan. Pada jam terbaik, mayoritas pengguna akan membukanya untuk mendapatkan asupan konten ringan harian, dan jika terlalu berat bisa disimpan untuk waktu lain.

Dalam menerapkan tips social media marketing di atas, Anda juga harus mempertimbangkannya dengan tim yang Anda miliki. Atau setidaknya, harus disesuaikan dengan produk dari bisnis Anda sehingga bisa benar-benar berjalan efektif dan efisien.

Pemanfaatan media sosial dalam aktivitas pemasaran memang terus meningkat trennya, karena dinilai bisa memberikan dampak yang cepat dengan budget yang lebih masuk akal untuk bisnis yang baru dibangun. Kecuali jika Anda memang memiliki modal besar, media sosial akan jadi satu kanal pemasaran terbaik yang bisa Anda optimalkan.

Penerapan social media marketing untuk aktivitas pemasaran bisnis baru memang sangat menggiurkan, terlebih jika bisa benar-benar dioptimalkan. Senada dengan hal tersebut, bisnis Anda juga pasti memerlukan pengelolaan pembayaran online yang handal. Jokul by DOKU, akan jadi pilihan tepat untuk membantu Anda mengelola pembayaran online. Dengan proses yang cepat, efektif, serta efisien, tak hanya pelanggan akan merasakan kemudahan dalam pembayaran namun juga Anda akan mendapatkan benefit dalam pencatatan transaksi secara detail. Urusan pembukuan jadi lebih simpel, dengan Jokul.

15 Agustus 2021

Kaya Butter Toast - Telur Ayam Kampung QQ Kopitiam

Anda sedang mencari menu sarapan yang tidak terlalu mengenyangkan tapi penuh gizi? Bisa coba menu seperti Kaya Butter Toast dan Telur Ayam Kampung yang disediakan di QQ Kopitiam.

Kebetulan beberapa waktu lalu Bang Emmet sempat ada keperluan ke FX Sudirman (sebelum PPKM Darurat tentunya). Dan sambil menunggu rekan-rekan Bang Emmet pada mendarat, Bang Emmet menyempatkan diri mencicipi dua menu tersebut. 

Sebenarnya menu ini mirip dengan yang pernah Bang Emmet sikat di Sabang 16 Kopi & Srikaya. Barhubung waktu itu belum nyoba, kali ini Bang Emmet coba deh, Kaya Butter Toast. Dan tentunya Telur Ayam Kampung juga. Seperti apa? Berikut ini penampakannya.

Kaya Butter Toast-nya ini satu porsinya terdiri dari delapan lembar roti gandum. Lumayan nendang buat ganjel-ganjel aja mah. Cocok kalau perut sudah minta diisi, tapi saat cacing belum berdemonstrasi.

Sesuai namanya, ia juga sudah diolesin saus srikaya yang rasanya manis tapi nggak terlalu. Nggak giung, kalo istilah Ny. Emmet mah. Nah, selain pakai srikaya, sesuai dengan namanya lagi, ia juga diberikan potongan mentega di tengah-tengahnya. Rasanya?

Ya memang mustinya begitu mungkin ya, Bang Emmet belum ada pembanding, jadi belum bisa komentar. Tapi kalau telur ayam kampungnya, Bang Emmet bisa komentar dengan pede. Telur ayam kampung di Sabang 16 lebih enak. Mungkin bedanya yang satu telur ayam kampung, yang satunya telur ayam kampung yang merantau ke kota :P

Untuk harganya sendiri, satu porsi Kaya Butter Toast di QQ Kopitiam ini harganya Rp19.000++ sementara telur ayam kampung nya (satu porsi 2 butir) harganya di Rp21.000++

Next time, kalau ke sini lagi, mungkin coba Kopi Susu atau Teh Tarik. Sekalian nyobain Peanut Butter Thick Toast-nya kali ya.

QQ Kopitiam - FX Sudirman
19 Juni 2021
Kaya Butter Toast
Rp19.000++

Rating:
4 - Porsi
4 - Rasa
4 - Penyajian
4 - Harga
4 - Overall

11 Juli 2021

Uci Bing Slamet - Bukit Berbunga Lyric

Di bukit indah berbunga
Kau mengajak aku ke sana
Memandang alam sekitarnya
Karna senja t'lah tiba
Mentari tenggelam di bukit yang biru
Langit merah berwarna sendu

Kita pun turun bersama
Melintasi jalan setapak
Tanganmu kau peluk di pundak
Membawa aku melangkah
Tak lupa kau petik bunga warna ungu
Lalu kau selipkan di rambutku

Bukit berbunga, bukit yang indah
Di sana kita s'lalu datang berdua
Memadu cinta
Bukit berbunga
tempat yang indah
Di sana kita s'lalu datang berdua
Di bukit berbunga

Di bukit indah berbunga
Kau mengajak aku ke sana
Memandang alam sekitarnya
Karna senja t'lah tiba
Mentari tenggelam di bukit yang biru
angit merah berwarna sendu

Kita pun turun bersama
Melintasi jalan setapak
Tanganmu kau peluk di pundak
Membawa aku melangkah
Tak lupa kau petik bunga warna ungu
Lalu kau selipkan di rambutku

Bukit berbunga, bukit yang indah
Di sana kita s'lalu datang berdua
Memadu cinta
Bukit berbunga
tempat yang indah
Di sana kita s'lalu datang berdua
Di bukit berbunga

----

Uci Bing Slamet - Bukit Berbunga
Cipt: Yonas Pariera / Akurama Records

05 Juli 2021

Niat Puasa Sunnah Senin Kamis

Di hari Senin ini dan Kamis nanti, umat Islam kerap menjalankan ibadah puasa Senin - Kamis. Amalan ibadah puasa Senin - Kamis sendiri sudah dicontohkan langsung oleh Rasulullah, Muhammad shalallahu alaihi wassalam.

 

Seperti tertuang dalam hadits tentang puasa Senin - Kamis riwayat At Tirmidzi: "Segala amal perbuatan manusia pada hari Senin dan Kamis akan diperiksa oleh malaikat, karena itu aku senang ketika amal perbuatanku diperiksa aku dalam kondisi berpuasa," hadis riwayat At Tarmidzi.

 

Nah, berhubung pandemi, belum ada tanda-tanda untuk segera berakhir malah semakin memburuk, Bang Emmet nggak bisa kemana-mana. Kerja pun dari rumah Kalau sudah gitu, mending kita puasa Senin-Kamis saja sekalian, betul gak?



Nah, buat yang ingin menjalankan ibadah puasa Senin – Kamis, berikut ini Niat Puasa Senin:


نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

 

"Nawaitu sauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi ta'ala”.

 

Arti niat puasa Senin: “Saya niat puasa hari Senin, sunah karena Allah ta'ala"


Niat puasa Senin, keutamaan, hikmah bagi orang yang melakukan puasa Senin Kamis adalah dibukanya pintu surga Ar-Rayyan. Dan seperti sudah disebutkan dalam hadits di atas, amalan manusia juga diperiksa pada kedua hari ini.

 

Tak hanya itu, pahala puasa Senin dan Kamis juga sangat dipertimbangkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.

 

Untuk hari Kamis-nya, buat yang ingin menggenapkan puasa Senin – Kamis, berikut ini Niat Puasa Kamis:


نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى


“Nawaitu sauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta'ala”.


Arti niat puasa Kamis: “Saya niat puasa hari Kamis, sunah karena Allah ta’ala”


Yang menarik, berdasarkan sejumlah penelitian, puasa sesekali seperti yang dilakukan saat puasa sunah Senin Kamis ternyata menawarkan sejumlah manfaat sehat.

 

Sebagai contoh, beberapa manfaat puasa sesekali seperti Senin – Kamis adalah dapat membantu mengatasi jerawat, menurunkan risiko diabetes, menjauhkan darah tinggi dan sejumlah manfaat lainnya.

 

Buat Bang Emmet sih, ada manfaat ekstra: nggak usah keluar duit untuk beli makan, dan bisa memperlambat proses pertumbuhan berat badan. Hitung-hitung sekalian ibadah, sekalian hemat, sekalian sehat. Lumayan kan?

27 Juni 2021

Apa Itu KIPI, Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi?

24 jam lebih berlalu setelah gw vaksinasi Covid-19 gratis di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Setelah 24 jam berlalu ini, gw sama sekali nggak merasakan KIPI atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi. Eh, gimana ceritanya sampai dapat vaksin Covid-19?

Beberapa waktu lalu, ada pemberitahuan dari HRD kantor. Katanya, Kodim lewat Koramil setempat kantor gw, Koramil 06/Kelapa Gading, siap membantu karyawan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan yang bersangkutan untuk mendapatkan akses ke vaksinasi Covid-19.

Sebagai warga negara yang baik dan benar, patuh dan bertanggung jawab, tentunya gw ikut ambil bagian dong. Repot soalnya kalo urus sendiri. 

Masalahnya, tempo hari, sempat nanya-nanya ke Polsek terdekat yang katanya juga menggelar vaksinasi untuk warga setempat. Ternyata sudah nggak gelar lagi dan diminta datang ke RT masing-masing untuk minta kupon. Padahal poster yang disebar via WA, masih di dalam periode tanggal vaksinasinya. 

Sempat juga coba daftar dari website rumah sakit teredekat. Penuh juga. Hadeuh.

Posting WhatsApp sih bersebaran di mana-mana hampir setiap hari. Tapi setiap dicek tempat pendaftarannya, selalu sudah tutup, sudah penuh dan sudah tidak terima pendaftaran lagi. Ya sud lah. Kebetulan kan, ada Koramil yang bisa menyalurkan? 

Meskipun cuma untuk karyawan saja, tidak untuk pasangan, ya sud lah ya. Daripada nggak. Semoga ada jalan supaya Ny. Emmet juga bisa dapat vaksin.

Anyway, dari Jumat sore kemarin, kita dibuatkan WhatsApp group untuk memudahkan koordinasi. Dan di dalamnya ada pak Babinsa yang jadi koordinator. Informasinya, Sabtu pagi jam 7.30 kita berangkat dengan 3 bus Transjakarta dari Koramil 06/Kelapa Gading ke Pintu H, Gelora Bung Karno.

Untungnya, karyawan yang lebih dekat ke GBK daripada ke kantor, boleh langsung datang ke GBK dan tunggu rombongan di sana. Alhasil, ke GBK lah gw, jam 7 pagi dari rumah. Sampai sana, jam 8 kurang udah di-drop bini. Dia langsung cuss karena gak ikutan vaksin.

Tanya punya tanya, ternyata vaksinasinya di dalam lapangan GBK. Dan untuk warga Jakarta Utara (karena kantor berlokasi di Jakarta Utara), disuruh masuk lewat gate 42 dan duduk lah gw di sana.






Setelah cari posisi santai, dekat pintu ke lapangan dan instagrammable, santai lah gw sejenak. Eeh, ternyata, ada pengumuman. Mustinya Jakarta Utara masuk lewat gate 41. Ya sud lah, bergeserlah gw. Balik lagi ke atas dan masuk lewat pintu Gate 41, karena antara bangku penonton di gate 42 dan 41 ada pagar. Kayaknya ini pagar yang suka dirubuhin supporter timnas atau tim sepakbola yang rusuh 😅

Pas antri gate 41, ternyata sudah ada rombongan kantor yang memang sedang antri untuk masuk gate 41 itu. Setelah diarahkan ke tempat duduk untuk menunggu, baru ngeh. Ternyata yang lain sudah dapat nomor antrian dan gw belom. Alamak. 

Untungnya pak Babinsa sangat membantu sekali. Berhubung nama gw sudah ada di daftar dari kantor, gw langsung dikasih nomor. Urutan 2405 sudara-sudara. Alamak (lagi). Kebayang, dapat giliran disuntik jam 3 sore ini mah. Tapi ya sud lah. Yang penting dapat nomor antrian. Apa yang terjadi, terjadilah.

Sengaja gw duduk di jejeran kursi pinggir, supaya gampang kalo ada apa-apa. Mau ke toilet misalnya, gak usah permisi-permisi sama orang. Ehh, baru bengong-bengong sebentar, pak Babinsa teriak. Kelapa Gading, 10-10 dulu. Langsung aja, dengan pedenya gw samperin. Ternyata gw orang ke-8 yang mendekat. 

"Pak ini nomornya," kata gw pasrah. "Gak usah pake nomor-nomor, pegang aja," katanya. Lha, aman kalo gitu 😁

Rejeki nih gw bisa langsung melenggang kangkung masuk ke lapangan. Sampai pinggir lapangan, dapat instruksi. "Nanti cari tempat duduk yang kosong dan antri untuk disuntik," kata pak petugas lainnya.

Sampe tenda antrian, lihat bangku kosong, duduk lah gw. Ternyata dibagiin form dan harus diisi dengan tulis tangan. Untung ada teman kantor yang bawa ballpoint. Gak lama, begitu meja suntik ada yang sudah selesai, gantian lah kita maju sesuai antrian kursi.

Interview sebentar, ditanya riwayat penyakit, alergi dan lain-lain dan memastikan kita sudah yakin akan divaksinasi Covid-19, kita dicatat lalu siap-siap disuntik di meja sebelah. Dan berhubung gw di sisi kiri, gw kebagian suntik di lengan kiri.

"Keras ya mas," kata mbak petugas suntiknya. Agak heran juga gw. Padahal olah raga kagak pernah, tapi tangan gw kenapa keras gitu ya. Apa gara-gara WFH jadi sering ngangkat galon Aqua? Anyway, diusapin alkohol, lalu disuntik (kayaknya). Kok kayaknya?

Iya, gw juga gak berani lihat jarum suntik nuncep dan isinya diinjeksiin ke tangan gw. Jadinya gw lihat lurus ke depan, gak ke tangan gw atau jarum suntik. Tapi kok gak ada rasa apa-apa. Tiba-tiba si mbaknya bilang, "Sudah pak."

Lha, gw reflek jawab, "Sudah bu?". Rada bingung mbaknya bilang, "Iya sudah." 

Ya sud lah. Trus berkas gw dikembaliin dan ditulis area tempat gw harus antri lagi untuk didata dan mendapatkan kartu vaksinasi Covid pertama.

Sampai sana, antri lagi dan gak lama, gw serahin berkas. Tunggu sebentar, dipanggil lah. Kata mbak petugasnya, gw disuruh balik tanggal 27 Juli untuk vaksinasi kedua di puskesmas terdekat. Lalu ditanya, "Sudah 15 menit belum dari disuntik tadi?"

Kalau sudah, sudah boleh pulang.

Ya sud lah. Berhubung udah lewat 15 menit dari disuntik, ya pulang lah gw. Total jenderal, mulai dari dapat nomor sampe kelar suntik, 30 menit lah. Jam 9.50, gw udah potret kartu vaksinasi Covid-19 gw dan gw infokan di group WA sekalian ijin pulang duluan ke pak Babinsa yang jadi koordinator di group.

Ini mah lamaan bengong-bengong nunggu rombongan warga Kelapa Gading dateng. Tapi ya gpp lah. Untung juga datang pagi-pagi. Bisa foto-foto pemandangan dulu.


Ingin cerita lain gw soal Gelora GBK? Silakan cekidot di sini.

Kembali ke judul atas, apa itu KIPI? Kayaknya gw nggak merasakan efek KIPI sama sekali. Ini gw tulis 24 jam lebih setelah vaksinasi. Gw gak ngerasakan aneh-aneh. Padahal udah bela-belain beli parasetamol, insidal dan obat demam sesuai arahan mbak dokter tadi sebelum gw disuntik karena gw punya alergi dengan antibiotik dan makanan.

Kabarnya, KIPI itu ada 3 macam reaksi:

  • Reaksi lokal: nyeri, bengkak, kemerahan di area bekas suntikan. Reaksi lokal yang terbilang parah yakni selulitis.
  • Reaksi sistemik: demam, nyeri otot seluruh tubuh atau myalgia, nyeri sendi atau artralgia, lemas, dan sakit kepala.
  • Reaksi lain yaitu alergi. Kondisi ini bisa berupa biduran (urtikaria), anafilaksis (alergi parah hingga sesak napas), dan pingsan.

Ketiga reaksi tersebut merupakan reaksi KIPI untuk semua vaksin. Baik Sinovac, Astrazaneca dan lain-lain, bisa membawa KIPI yang sama. Tapi di gw nggak.

Pening, nggak ada. Lapar? Ya lapar, soalnya tadi sampai rumah udah lewat jam makan siang. Ngantuk? Yaa biasa aja sih. Habis makan, kenyang kan emang itu penyakitnya. 

Pegal-pegal, tempat disuntik kebas? Nggak juga. Apa jangan-jangan gw emang beneran nggak disuntik ya, kemaren itu? Nggak berasa soalnya CoronaVac ini efeknya. Tapi ya sud lah ya. Semoga manjur lah.

06 Juni 2021

Telur Ayam Kampung Sabang 16

Kemarin Bang Emmet nyobain yang baru lagi. Kebetulan, kita ada acara pagi-pagi di daerah Jl. Sunda, Gondangdia, Menteng. Berhubung acara baru mulai jam 10, Bang Emmet dan kawan-kawan iseng hunting kuliner di sekitar sana. 

Pilihannya jatuh ke kawasan Jl. Sabang yang terkenal itu. Kali ini, kita akan menjajal sarapan di resto/cafe berjudul Sabang 16 Kopi & Srikaya.

Berhubung memang belum sarapan, Bang Emmet nyari yang agak-agak bisa ganjel perut. Tapi berhubung namanya sarapan, ya sudah, pilihan pun jatuh ke french fries dan hot teh tarik. Lho kok bukan Kopi & Srikaya, Bang? 

Errr, Bang Emmet agak kurang suka yang manis-manis, lebih suka sama yang setia #eh gurih. Lalu kenapa nggak kopi? Bisa aja sih, pilih salah satu dari sekian banyak opsi kopi yang ditawarkan di resto ini. Tapi perut kosong disikat kopi, takutnya malah masalah.


Nah, kalau french fries dan teh tarik aja sih, kan biasa aja ya buat konten. Alhasil, Bang Emmet pun pesan satu menu lagi, yakni telur ayam kampung (yang satu porsinya terdiri dari 2 butir dan setengah matang). 

Yaa nggak aneh sih memang. Tapi di bayangan Bang Emmet, kayak sarapan di hotel gitu ya, telur ayam kampung digoreng setengah matang, ditaruh di piring yang lebar lalu dimakan dengan french fries. Cocok lah kayaknya. Ternyata eh ternyata, penampakannya seperti ini:

Jadi, 2 butir telur ayam kampung setengah matang ini disajikan dalam gelas. Ia juga belum diberikan bumbu apa-apa. 

Untungnya, di setiap meja makan, disediakan garam bubuk dan lada untuk dicampurkan sendiri oleh pengunjung yang memesan. Artinya, dari sisi kelengkapan, tidak ada tambahan apapun yang dimasukkan ke dalam 2 butir ayam kampung tersebut.


Dari sisi porsi, 2 butir telur ayam kampung ini ya memang seperti itu. Mungkin kalau telur ayam negeri, porsinya akan sedikit lebih banyak. Tapi menurut Bang Emmet, by default, telur ayam kampung ini lebih gurih rasanya dibandigkan dengan telur ayam negeri. Kenyang? Ya tentu saja tidak. Tapi ya cukup lah untuk sarapan. Toh Bang Emmet juga ada pesan french fries untuk ganjal.

O ya. Satu porsi telur ayam kampung setengah matang tersebut perlu ditebus di harga Rp15.000. Standar lah ya. Next time kalau ada event lagi di sekitar sini, boleh lah mampir lagi. Masih ada yang perlu dicoba, misalnya Lumpia, Cakwe, Pisang Goreng Coklat Keju, dan tentunya Srikaya Toast-nya itu sendiri.


Sabang 16 Kopi & Srikaya
05 Juni 2021
Telur Ayam Kampung
Rp15.000

Rating:
3.5 - Porsi
3.5 - Rasa
3.5 - Penyajian
3.5 - Harga
3.5 - Overall