06 Juni 2021

Telur Ayam Kampung Sabang 16

Kemarin Bang Emmet nyobain yang baru lagi. Kebetulan, kita ada acara pagi-pagi di daerah Jl. Sunda, Gondangdia, Menteng. Berhubung acara baru mulai jam 10, Bang Emmet dan kawan-kawan iseng hunting kuliner di sekitar sana. 

Pilihannya jatuh ke kawasan Jl. Sabang yang terkenal itu. Kali ini, kita akan menjajal sarapan di resto/cafe berjudul Sabang 16 Kopi & Srikaya.

Berhubung memang belum sarapan, Bang Emmet nyari yang agak-agak bisa ganjel perut. Tapi berhubung namanya sarapan, ya sudah, pilihan pun jatuh ke french fries dan hot teh tarik. Lho kok bukan Kopi & Srikaya, Bang? 

Errr, Bang Emmet agak kurang suka yang manis-manis, lebih suka sama yang setia #eh gurih. Lalu kenapa nggak kopi? Bisa aja sih, pilih salah satu dari sekian banyak opsi kopi yang ditawarkan di resto ini. Tapi perut kosong disikat kopi, takutnya malah masalah.


Nah, kalau french fries dan teh tarik aja sih, kan biasa aja ya buat konten. Alhasil, Bang Emmet pun pesan satu menu lagi, yakni telur ayam kampung (yang satu porsinya terdiri dari 2 butir dan setengah matang). 

Yaa nggak aneh sih memang. Tapi di bayangan Bang Emmet, kayak sarapan di hotel gitu ya, telur ayam kampung digoreng setengah matang, ditaruh di piring yang lebar lalu dimakan dengan french fries. Cocok lah kayaknya. Ternyata eh ternyata, penampakannya seperti ini:

Jadi, 2 butir telur ayam kampung setengah matang ini disajikan dalam gelas. Ia juga belum diberikan bumbu apa-apa. 

Untungnya, di setiap meja makan, disediakan garam bubuk dan lada untuk dicampurkan sendiri oleh pengunjung yang memesan. Artinya, dari sisi kelengkapan, tidak ada tambahan apapun yang dimasukkan ke dalam 2 butir ayam kampung tersebut.


Dari sisi porsi, 2 butir telur ayam kampung ini ya memang seperti itu. Mungkin kalau telur ayam negeri, porsinya akan sedikit lebih banyak. Tapi menurut Bang Emmet, by default, telur ayam kampung ini lebih gurih rasanya dibandigkan dengan telur ayam negeri. Kenyang? Ya tentu saja tidak. Tapi ya cukup lah untuk sarapan. Toh Bang Emmet juga ada pesan french fries untuk ganjal.

O ya. Satu porsi telur ayam kampung setengah matang tersebut perlu ditebus di harga Rp15.000. Standar lah ya. Next time kalau ada event lagi di sekitar sini, boleh lah mampir lagi. Masih ada yang perlu dicoba, misalnya Lumpia, Cakwe, Pisang Goreng Coklat Keju, dan tentunya Srikaya Toast-nya itu sendiri.


Sabang 16 Kopi & Srikaya
05 Juni 2021
Telur Ayam Kampung
Rp15.000

Rating:
3.5 - Porsi
3.5 - Rasa
3.5 - Penyajian
3.5 - Harga
3.5 - Overall

15 Mei 2021

Review Jujur Bakso Spesial Jumbo, Bakso Ncess yang Kekinian

Hari ketiga lebaran. Udah lumayan begah makan santan dan ketupat. Jadinya, tadi siang di rumah, Ny.Emmet bikin nasi goreng. Simpel, tapi seenggaknya beda dengan makanan khas lebaran. Nah, buat sore-malem, makan apa lagi ya? Gak lapar-lapar amat sih, tapi pengennya yang seger-seger juga. Suki? Lagi gak mood. Bakso? Kayaknya pilihan yang masuk akal, masuk perut.

Alhasil, bakso lah. Kebetulan, beberapa hari lalu Ny. Emmet habis WhatsApp-an dengan temannya di Bandung. Di sana lagi trending Bakso Ncess. Apa pula itu. Katanya asalnya malah dari Jakarta dan sudah ada 2 cabang. Satu di Tegal Parang, satunya di Mangga Besar.


Berhubung gak hafal daerah Selatan, ya Bang Emmet pilih ke Mangga Besar aja lah. Nggak kenal-kenal amat juga sih daerah sini, taunya Mangga Dua. Tapi ya, mustinya sih gak nyasar lah.

Anyway, berangkat lah kita ke sana. Tempatnya Jl. Mangga Besar Raya No 96 Jakarta Pusat (depan Diva Karaoke). Untungnya, pas kita ke sana, Diva Karaoke-nya lagi tutup. Kalau nggak, parkirannya paling cuma muat 3 mobil atau beberapa motor saja. Dan dia modelnya cafe container dengan dua meja kecil untuk maksimal 6 pengunjung dine-in. Itupun kayaknya share seat dengan Kopi Penyejuk Jiwa, container di sebelahnya.

Untungnya lagi, pas kita parkir, pas tamu yang mengokupasi salah satu meja sudah selesai dan pulang. Jadi kita dapat seat. Langsung saja kita tag dan pilih menu. Kali ini, Bang Emmet pilih Bakso Spesial Jumbo. Begini penampilannya:

Dari sisi penampilan, yummy. Bakso disajikan dalam mangkuk biasa dengan sendok dan garpu. Siap memenuhi hasrat Bang Emmet untuk menyikat makanan berkuah-kuah dan bebas santan. Sayangnya mangkuknya mangkuk bakso biasa, bukan mangkuk yang agak besar sehingga Bang Emmet bisa nambah kuah (you know what I like).


Dari sisi kelengkapan, empat buah bakso besar-besar, lengkap dengan mie kuning-mie putih (bisa pilih varian mie-nya mau yang mana saja), seledri dan bawang goreng ditaburkan di sana untuk melengkapi aroma. Baksonya ini sendiri terdiri dari masing-masing bakso cincang, bakso urat, bakso keju dan bakso telor puyuh.

Dari sisi porsi, yaa standar saja sih, sama seperti bakso pada umumnya. Memang ini solusi untuk pas kita lagi nggak lapar-lapar amat, tapi ya mencari kudapan yang cukup mengenyangkan. Dan yang penting, rasanya nih.

Bakso Ncess ini punya tagline "aduhh gustiii..." yang kabarnya menggambarkan betapa enaknya bakso yang satu ini. Nah, ini. Bang Emmet perlu mengakui, tagline itu akurat 100% untuk kuah baksonya. Dia sepertinya tidak pakai micin atau kalaupun pakai, cuma sedikit. 

Badan Bang Emmet punya sensor yang men-trigger tenggorokan otomatis dahaga kalau habis makan makanan yang bermicin apalagi micin berlebih. Yang pasti, untuk membuat kuahnya nikmat, mereka menggunakan sumsum sapi. Metodenya persis sama seperti yang dilakukan Ny. Emmet saat dulu sempat dagang Bakwan Malang. Sampai di sini, good job!

Lalu baksonya? Jujur, ada yang enak, ada yang biasa saja. Buat Bang Emmet, bakso keju dan bakso telor puyuhnya oke. Tapi untuk bakso urat dan bakso cincang-nya, Bang Emmet pernah makan yang lebih enak di Tasikmalaya, kampung halaman nyonyah. 

Entah pas Bang Emmet lagi apes aja atau memang seperti itu, baksonya terasa sedikit agak keras, kurang kenyal. Tapi ya, ini soal selera. Mungkin ada orang yang lebih suka bakso yang sedikit keras dan tidak kenyal. Dan untuk saosnya, standar supermarket. Buat yang sering mampir ke sini, pasti tahu kesan Bang Emmet untuk saos seperti ini. 

Lalu, apakah lain kali akan mampir lagi ke Bakso Ncess? Tampaknya, kalaupun iya, Bang Emmet mau nyoba yang di Tegal Parang saja. Yang di sini, kurang leluasa untuk santai-santai. Lebih cocok untuk take away, atau titip babang ojol seperti yang mampir pas Bang Emmet dan nyonyah sedang menyantap tadi.

Bakso Spesial Jumbo, Bakso Ncess
15 Mei 2021
Bakso Special Jumbo
Rp57.000

Rating:
4.0 - Porsi
4.0 - Rasa
4.0 - Penyajian
3.5 - Harga
3.8 - Overall

07 Mei 2021

Doa Malam Lailatul Qadar

Bagi umat islam yang menjalankan ibadah shaum Ramadan, malam Lailatur Qadar adalah malam yang dinanti-nantikan kehadirannya. Alasannya, kemuliaan satu malam di bulan Ramadan ini nilainya lebih daripada seribu bulan.

Kemuliaan malam Lailatul Qadar ini sendiri dijelaskan dalam Alquran surat Al-Qadr. Dalam surat tersebut, dijelaskan bahwa pada malam Lailatul Qadar, semua malaikat beserta malaikat Djibril turun ke bumi atas perintah Allah dengan membawa segala kebaikan. 

Yang lebih istimewa, ada keselamatan yang diberikan pada malam itu hingga pagi harinya.

Meski begitu, tidak ada yang bisa mengetahui secara pasti kapan terjadinya malam Lailatul Qadar di setiap bulan Ramadan. 

Sebagian ulama berpendapat bahwa Lailatul Qadar adalah misteri yang hanya Allah saja yang mengetahui kapan kedatangannya. Ada pula yang berpendapat bahwa Lailatul Qadr pasti jatuh pada malam ke-27 Ramadhan. 

Adapun Sebagian ulama lain berpendapat bahwa Lailatul Qadar jatuh pada malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. 

Pendapat ini juga merujuk pada sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Aisyah. Rasulullah bersabda, "Carilah malam qadar pada satu malam ganjil di antara sepuluh malam yang terakhir bulan Ramadan." (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Nasa'i dan Ibnu Majah). 

Cara Meraih Kesempurnaan Malam Lailatul Qadar
Kapan turunnya malam Lailatul Qadar bukanlah menjadi urusan kita. Namun kita yang ingin mendapatkannya, dan meraih kesempurnaan saat malam Lailatul Qadar tiba, kita dianjurkan untuk memperbanyak I’tikaf di masjid. Kegiatan tersebut diisi dengan mengerjakan ibadah dan berdoa kepada Allah. 

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, "Barang siapa yang pada malam Lailatul Qadar mengerjakan ibadah dan berdoa dengan penuh keimanan yang dipersembahkan semata-mata untuk Allah, akan diampuni dari segala dosanya yang terdahulu dan yang akan datang." (HR. Ahmad/Tabrani). 

Dalam riwayat lain juga disebutkan bahwa Rasulullah SAW membangunkan anggota keluarganya pada malam itu untuk memperbanyak ibadah. Rasulullah SAW juga mengajarkan untuk memperbanyak doa. Sebab, pada dasarnya Lailatul Qadar termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa. Lalu apa doanya?

Doa Malam Lailatul Qadar
Terdapat do’a yang biasanya dibaca pada malam Lailatul Qadar, seperti yang diajarkan Rasulullah SAW. Berikut doa Lailatul Qadar: 

"Allaahumma innaka 'afuwwun kariim tuhibbul 'afwa fa'fu 'annii." 

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Zat Yang Maha Pengampun lagi Maha Mulia, senang memberikan ampun, maka ampunilah aku." (HR. Ibnu Majah). 

Aisyah menyebutkan, Rasulullah sering membaca doa Lailatul Qadar agar bisa mendapatkan keutamaan malam yang lebih baik dari seribu bulan itu.

Dan doa Lailatul Qadar ini bisa dibaca sesering mungkin di bulan Ramadan, terutama pada 10 hari terakhir. Doa Lailatul Qadar yang dibaca Nabi Muhammad tersebut juga bisa dikombinasikan dengan doa lain.

Wallahu'alam bissawab.

02 Mei 2021

Nasi Uduk Enak di Alam Sutera, Nasi Uduk Nyak Babeh

Beberapa waktu lalu, sebelum Ramadan pastinya, Bang Emmet dan Nyonya kelaparan pulang dari BSD. Lha, di sekitaran BSD kan banyak tempat makan Bang? Iya memang, tapi pas di sana lagi lumayan ribet dan nggak kepikir untuk makan. Nah, setelah beranjak pulang, saat kita mengarah ke Alam Sutera untuk masuk tol arah Tomang, baru berasa keroncongan.

Waktu memang menunjukkan jam-jam nanggung, sekitar jam 5-an sore. Belum waktunya makan malam, tapi udah lumayan terlambat untuk ukuran makan siang. Dan kalau sudah di sekitaran sini, biasanya kita belok ke Pasar 8 Alam Sutera. Kawasan ini bisa dibilang surganya jajanan kaki lima. Lumayan berbeda dengan tetangga sebelahnya, yang hanya berselisih beberapa meter saja, The Favor Bliss Alam Sutera yang surganya kuliner kekinian (baca: middle-high).

Berhubung sudah sering ke sini, dan biasanya kalau ke sini kita cari soto atau seafood, kali ini kita ingin nyoba yang lain. Dan pilihan jatuh ke Nasi Uduk Nyak Babeh yang katanya lagi promo 36 ribu saja. Cuss lah, sudah lama juga nggak makan nasi uduk. Begini penampilannya:

Dari sisi penampilan sih, penyajiannya unik juga. Nggak pakai piring, tapi pakai tampah bambu yang diberi lapisan kertas pembungkus makanan. Tampahnya pun lumayan besar, jadi pas kita makan, kita bisa naro tulang-tulang atau sampah makanan kita di pinggir tanpa tercampur lagi ke makanan kita.

Dari sisi kelengkapan, yaa lengkap sekali. Selain nasi uduk dan pecel lele, kita juga dapat tempe dan tahu goreng, lengkap dengan ati ampela. Lalapannya pun cukup timun dan daun selada. Okelah, meskipun tidak pakai tomat, tapi nggak ada kemangi yang biasanya nggak guna karena Bang Emmet nggak suka baunya.

Untuk porsi, yaa jujur saja, buat Bang Emmet, nasi segunduk kecil itu sih nggak cukup ya. Apalagi kalau kondisi sedang keroncongan gini. Tapi kalau untuk ukuran perut normal sih, relatif oke lah. Nah, lalu bagaimana soal rasa?

Semuanya sesuai ekspektasi. Nasi uduknya enak, pulen. Aroma khas nasi uduknya pun pas. Lele goreng, ya seperti itu rasanya. Tahu - tempe - ati ampela goreng juga memang seperti itu. Timun dan daun selada? Ya memang seperti itu juga rasanya. Sambalnya? Nah ini. Oke sih, tapi sambal di tempat langganan Bang Emmet dan Nyonyah makan pecel lele, rasanya lebih pas. Tapi yang menarik, di warung tenda nasi uduk yang satu ini, kita dapat fasilitas unlimited kerupuk. Waini!

Alhasil, masuk ke urusan harga, sesuai informasi yang ditayangkan di roll-up banner, Nasi Uduk Nyak Babeh Promo 36K udah dapat semua ini, rasanya jadi worth the money. Next time balik lagi ke sini? Kemungkinan besar, kalau lagi di sekitaran sini dan pengen nasi uduk sih, jawabannya iya.

Nasi Uduk Nyak Babeh
1 April 2021
Paket Lele + Teh Tawar Hangat
Rp36.000

Rating:
4.0 - Porsi
4.0 - Rasa
4.5 - Penyajian
4.0 - Harga
4.1 - Overall

01 Mei 2021

Pulau Dua Restaurant, Senayan, Jakarta

Setelah sekian lama merasakan penat tanpa bisa menikmati piknik, akhirnya beberapa waktu lalu Bang Emmet "piknik" juga. Nggak jauh-jauh sih memang, cuma ke Pulau Dua. Di mana tuh Bang?

Meskipun namanya pulau, tapi pulau yang satu ini, justru letaknya bukan di kepulauan seribu, Jakarta Utara. Melainkan di bilangan Senayan, Jakarta Selatan.


Sebenernya dulu, udah lama banget, Bang Emmet pernah ke restoran yang satu ini. Jauh sebelum pandemi, malah jauh sebelum Bang Emmet alih profesi.

Dulu jaman jadi wartawan, Bang Emmet sering jalan-jalan, ke tempat-tempat yang rupawan. Baik di negara sendiri, ataupun di negara kawan.

Nah, salah satu tempat menarik yang pernah Bang Emmet sambagi adalah Pulau Dua Restaurant ini. Kenapa Bang Emmet bilang menarik?

Kalau soal restoran dan makanannya, oke lah ya. Standar kelas wahid. Tapi yang bikin dia berbeda dengan restoran lainnya itu ya karena tempatnya.

Ya, tempat ini ibaratnya seperti hidden gem, atau tempat persembunyian yang nyaman dari hiruk pikuknya ibu kota, meski posisinya sendiri justru di tengah-tengah ibu kota negeri ini.


Yang bikin nyaman itu, karena tempatnya yang luas dan asri, dengan pemandangan yang menyejukkan. Lihat saja.










Kebetulan, beberapa waktu lalu Bang Emmet bersama beberapa teman ingin kumpul-kumpul, tentunya dengan social distancing dan standar protokol kesehatan lho ya. Dan berhubung sebaiknya nggak pergi-pergi ke luar kota dulu, dipilihlah lokasi ini.






Tuh kan, asri.. adem.


Kata petugas penjaga masjid, kalau malam, lebih banyak lagi yang mancing di pinggir danua. Bahkan sampai menjelang pagi. Dan danau luas yang dalamnya sekitar 2-3 meter ini pun banyak ikannya.









Akhir kata, Pulau Dua Restaurant ini tempat yang cocok jika ingin melepas penat, menikmati sajian nikmat, tanpa perlu jauh-jauh dari rumah berangkat. Coba deh.

07 April 2021

Manfaat Smartphone yang Bisa Membuat Penggunanya Menjadi Lebih Smart

Siapa sih yang tidak menggunakan smartphone saat ini? Di zaman modern seperti saat ini, smartphone sudah tidak bisa lagi terlepas dari kehidupan manusia. Khususnya mereka yang tinggal di kota-kota besar.

Beraneka ragam aktivitas dan pekerjaan, mulai dari yang kita lakukan sejak bangun tidur di pagi hari sampai menjelang tidur lagi di malam hari, banyak yang dilakukan di smartphone. Atau minimal dengan bantuan smartphone.


Tak hanya para pebisnis yang banyak berkomunikasi dan berkolaborasi dengan rekan serta mitranya secara online ataupun messaging via smartphone, pelajar dan mahasiswa pun kini beraktivitas dengan smartphone. Apalagi di masa pandemi seperti saat ini.

Proses pembelajaran jarak jauh dilakukan tak hanya dari sekolah dasar, akan tetapi sampai ke jenjang pendidikan tinggi pun terpaksa dilakukan secara daring, dan salah satunya memanfaatkan smartphone.

Lalu, apakah penggunaan smartphone hanya dilakukan untuk pekerjaan ataupun urusan pelajaran? Apakah tidak bisa smartphone digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi, seperti mengerjakan hobby misalnya?

Tentu saja bisa.

Bermain game? Tentu saja. Smartphone saat ini banyak yang sudah memiliki kemampuan tinggi untuk menjalankan beraneka ragam game. Bahkan model yang harganya terjangkau pun sudah bisa untuk melakukannya.

Lalu, apa cuma game? Tentu saja tidak.


Anda yang punya hobby membaca, misalnya. Tentu bisa memanfaatkan smartphone sebagai media baca. Misalnya untuk membaca berita di website internet, membaca artikel terkait ilmu pengetahuan dan sains di portal-portal seperti National Geographic, NASA dan seterusnya, sampai membaca e-book yang bisa dibeli atau dibaca dari aplikasi-aplikasi digital di toko aplikasi Google ataupun Apple.

Anda yang gemar menyaksikan video ataupun film juga bisa memanfaatkan smartphone untuk menikmati konten multimedia tersebut. Misalnya dari YouTube, Vimeo, DailyMotion, sampai ke Netflix, bisa jadi acuan untuk menikmati konten-konten video ataupun film berkualitas.

Buat Anda yang punya hobby menulis juga tentu dapat memanfaatkan smartphone untuk mencurahkan buah pikiran Anda. Menulis diary lalu disimpan di smartphone? Bisa, tetapi itu tentunya kurang bermanfaat. Akan lebih baik kalau ide-ide atau tips yang Anda miliki dibagikan ke orang lain agar membawa lebih banyak manfaat.

Contohnya seperti konten artikel yang dibuat Assyfa Putri Azzahra di https://assyfa.id. Konten-konten yang sangat menarik, mulai dari bisnis, pemasaran dan konten terkait hal-hal berbau teknologi dan tips bisa dibuat draftnya dengan memanfaatkan smartphone.

Website yang relatif baru dibuat ini tampaknya menggambarkan semangat pemiliknya untuk menuangkan informasi dan membagikan banyak hal yang sangat bermanfaat di bidang-bidang tersebut untuk seluruh pengguna internet, termasuk saya dan juga mungkin Anda.

Tak hanya sekadar membuat draft, kita juga bahkan bisa mengunggah konten atau artikel yang sudah kita buat dengan smartphone tersebut ke website kita. Langsung dari smartphone yang bersangkutan. Jadi tidak ada alasan kita tidak bisa produktif menulis karena kita sedang tidak di depan layar komputer ataupun tidak membawa laptop kita saat kita sedang bepergian.

Dengan smartphone, kapan pun dan di manapun ide terlintas, kita bisa mencatatnya atau bahkan mulai menuliskannya di gadget tersebut. Dan kalau kebetulan kita ada koneksi internet, langsung saja upload ke website kita.


Ayo, sekarang, siapa yang masih berpikiran bahwa smartphone hanya bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hobby yang hanya memuaskan diri sendiri? Kalau seperti contoh Assyfa di atas, smartphone bisa membuat penggunanya, dan bahkan orang lain pun, menjadi lebih smart bukan?

Yuk, bijak menggunakan smartphone. Lain kali, kita akan membahas hal berfaedah lain yang bisa kita lakukan dengan smartphone. Ditunggu ya!

12 Maret 2021

Soto Ayam Enak di Jakarta Barat, Soto Ambengan Cak To Asli Suroboyo

Pagi ini Bang Emmet dan nyonya sebenernya pengin nyari bubur ayam. Tapi apa boleh dikata. Bubur Ayam Ato langganan deket rumah tutup. Bubur ayam di pasar Puri Indah udah kehabisan. Alhasil, kita nyari alternatif lain. Searching punya searching, akhirnya kita pilih Soto Ayam Ambengan Cak To Asli Suroboyo.

Soto ayam yang satu ini posisinya persis di gerbang komplek BPPT, Srengseng, Jakarta Barat. Dan menurut rekan Ny. Emmet yang tinggal di kompleks itu, yang asli orang Surabaya, soto ayam yang satu ini sangat recommended. Jadi makin penasaran kan?


Alhasil, mampirlah kita ke sana. Untungnya di sebelahnya persis ada Indomaret, jadi kita bisa parkir di situ dan nggak ngalangin orang mau keluar masuk kompleks. Untungnya juga masih pagi dan belum banyak orang yang ke Indomaretnya. Anyway, berikut ini penampakan Soto Ayam Ambengan Cak To Asli Suroboyo:

Dari sisi penampilan, soto ayam ini ya sama saja seperti soto ayam pada umumnya. Buat yang pesan pakai nasi, bisa dicampur atau dipisah. Berhubung males repot, Bang Emmet pesen dicampur aja lah. Toh di perut juga nanti nyampur semua.


Untuk kelengkapannya sendiri, soto ini cukup komplit. Tapi ya, kurang lebih juga sama seperti soto ayam pada umumnya. Ada telor rebus yang dipotong-potong, ada ayam, ada kulit ayam, bihun, daun bawang dan seterusnya.

Porsinya? Yaa buat sarapan, cukup lah ya. Untuk ukuran Bang Emmet sih, jujur saja nggak kenyang. Tapi kan kata Nabi, makanlah sebelum lapar, berhentilah sebelum kenyang. Tapi namanya rejeki, kalau kita banyak-banyak do'a pasti dapat lebihan. Buktinya, Bang Emmet dapat lebihan nasi dari Nyonyah yang emang gak makan nasi banyak-banyak 😋

Bagaimana soal rasanya? Nah ini. Menurut mulut Bang Emmet, soto ayam yang satu ini boleh lah. Rasa bumbunya, pas sesuai ekspektasi Bang Emmet. Taburan koya, yang kerap menjadi kunci mengapa soto ayam bisa menjadi sangat lezat, yang di sini kita bisa tambahkan sendiri, juga nggak bikin Bang Emmet gatal-gatal.

Padahal, seperti diketahui, kalau Bang Emmet makan soto ayam di tempat lain dan pakai koya, nggak pakai lama, langsung terasa gatal-gatal. Aneh juga. Padahal Bang Emmet paling alergi sama yang namanya udang dan turunannya.

Terakhir, urusan harga. Satu porsi soto ayam biasa ini harganya Rp15.000. Tambah nasi putih satu porsi Rp4.000. Teh tawar hangat, gratis. Yaa untuk Rp19 ribu, Soto Ayam Ambengan Cak To Asli Suroboyo ini recommended. Next time balik lagi? Kalau lagi kepengen nyari soto ayam pagi-pagi sih, pasti masuk dalam daftar di papan atas.

Soto Ayam Ambengan Cak To Asli Suroboyo
11 Maret 2021
Soto Ayam Biasa + Nasi Putih
Rp19.000

Rating:
4.0 - Porsi
4.5 - Rasa
4.0 - Penyajian
4.0 - Harga
4.1 - Overall


14 Februari 2021

Toge Ikan Asin Seafood 38, Kebon Jeruk

Bang Emmet sebenarnya paling nggak suka dengan yang namanya toge. Kenapa? Menurut sejumlah studi, toge merupakan sayuran yang banyak mengandung vitamin E. Ia merupakan antioksidan sangat penting untuk meningkatkan kualitas reproduksi.

Tak hanya itu, vitamin E yang terkandung dalam toge juga bisa berfungsi untuk melindungi tubuh kita dari radikal bebas. Jangan salah. Radikal bebas dalam tubuh ini bisa mengganggu proses pembentukan sperma yang sehat.


Nah, ini yang jadi masalahnya.


Sperma sehat? Subur? Anak banyak? Itu yang paling gak Bang Emmet mau. Alasannya simpel. Penduduk di planet ini udah kelebihan, justru harus dikurang-kurangi, bukan ditambah. Minimal kualitasnya yang harus ditingkatkan, bukan kuantitasnya. Ini beda lagi dengan prinsip Bang Emmet yang satunya. 😋


Anyway, kembali ke topik. Bang Emmet nggak punya masalah dengan rasa toge. Asik-asik aja sebenernya. Tapi, setiap kali makan atau pesan makan, Bang Emmet selalu menghindari memesan toge. Tapi kondisinya berbeda kalau Bang Emmet makan tumis toge ikan asin Seafood 38.

Saat Bang Emmet mencari alternatif Seafood paling enak di Jakarta Barat, selain Tony Koeswoyo, Kemanggisan, yang menurut opini pribadi Bang Emmet, rasa masakannya sedikit menurun, pilihan Bang Emmet jatuh ke Seafood 38.

Lokasinya juga gak jauh-jauh, di Jalan Lapangan Bola, Kebon Jeruk. Dekat lampu merah pertigaan Relasi.

Sebenarnya nggak sengaja Bang Emmet nemu harta karun, si toge ikan asin ini. Pasalnya, biasanya kalau Bang Emmet dan Ny. Emmet makan seafood, sayur yang kita pilih adalah tumis kangkung. Entah kenapa, hari itu kita pesannya tumis toge. Dan alamak.

Ternyata tumis toge rasanya menjadi warbyasah kalau ditumis dengan cara ini. Ya, ia ditambahi ikan asin sehingga rasanya lebih maknyusss. Setelah kejadian pesan nggak sengaja itu, setiap kali Bang Emmet ke Seafood 38, pilihan tumis toge selalu gak pernah kelewat.

Bahkan, kalau sudah lapar berat dan nunggu ikan bakar, kepiting atau menu lainnya nggak datang-datang, tumis toge ikan asin ini sudah bisa menjadi lauk. Seriusan? Beneran!


Seafood 38 Kebon Jeruk
10 Februari 2021
Cah Toge Ikan Asin
Rp16.000

Rating:
4.5 - Porsi
4.5 - Rasa
4.5 - Penyajian
4.5 - Harga
4.5 - Overall