03 Februari 2024

Pangkas Rambut

Beberapa hari lalu, gw pangkas rambut, karena harus presentasi di event kantor dan rambut udah mulai gondrong. Aktivitas ini biasanya gw lakukan sebulan atau dua bulan sekali. Atau kalau sudah mood. Biasa aja dong, gak ada yang aneh, ya kan? Nah, kali ini beda. Apa bedanya?

Apakah bedanya pangkas rambut dan barbershop? Nah, kali ini gw mau sharing, dan mungkin inilah bedanya.

Biasanya, gw pangkas rambut atau potong rambut di “barbershop” abang-abang depan pasar, dekat rumah. Di barbershop “UMKM” ini, standar-standar saja. Kita duduk di bangku pangkas rambut, leher dan dada dipasangi handuk, lalu badan diselimuti oleh kain penutup jatuhnya rambut yang dipotong.

Setelah itu, abang-abangnya potong rambut kita sesuai keinginan kita seperti apa. Pakai gunting, mesin potong rambut, lalu pisau cukur untuk memotong rambut-rambut halus di jambang alias samping telinga lalu rambut di belakang leher.

Nah, di barbershop “start-up” semua sama. Tapi tentu ada bedanya.

Kalau di abang-abang, handuk, kain penutup badan kita dipakai beramai-ramai, setelah pelanggan berikutnya si abang-abangnya cuma mengibaskan supaya rontokan rambut pelanggan sebelumnya tidak menempel (tapi pasti masih ada yang tersisa), di barbershop start-up, nggak begitu.

Setap pelanggan yang duduk dan akan cukur mendapatkan handuk baru. Kain selimut penutup badan pun dapat yang baru, bukan bekas pelanggan sebelumnya. Ada juga kain lentur pelapis leher supaya memastikan rambut nggak ada yang jatuh di leher dan bikin gatal selama proses cukur. Dan kain lentur ini pun selalu menggunakan yang baru untuk setiap pelanggan. Wajar dong, dengan harga yang dua sampai tiga kali lipat lebih mahal, kita dapat pelayanan yang lebih.

Tapi jangan salah. Layanan start-up ini juga ada add-on lain. Biasanya mereka menyediakan ekstra kramas, ekstra cukur kumis dan janggut, ekstra pijat, ekstra potong bulu hidung dan seterusnya. Dan ini masing-masing ada tarif yang berbeda dengan tarif potong rambut standar.

Sebagai contoh, barbershop startup tempat gw cukur kemarin, untuk potong biasa tarifnya Rp60 ribu. Ekstra keramas, jadi Rp75 ribu. Kalau ekstra potong kumis-janggut, jadi 90 ribu. Pijat 10 menit, kena tambahan Rp40 ribu. 

Padahal sebagai gambaran, tarif potong ini  relatif murah. Di barbershop lain tarif potong rambut bisa mencapai Rp120 ribu.

Nah, di barbershop UMKM abang-abang tempat gw biasa cukur, tarifnya Rp25 ribu. Sudah termasuk potong kumis-janggut, bulu hidung (kalau ada yang nongol keluar), dan juga pijat, meskipun cuma sekitar 1-2 menit. Keramas? Ya nggak ada. Soalnya dia nggak punya meja khusus untuk tempat keramas kita.

Ruangan AC, sama aja. Tukang cukur UMKM dakat rumah pun ada yang pakai AC. Musik? Ada juga meskipun lewat speaker Bluetooth yang disambungin ke hape, atau malah biasanya langsung dari speaker hapenya. Genre lagunya ya beda sih. Di abang-abang biasanya dangdut koplo, pantura atau kadang juga band papan atas seperti Noah, Dewa dan seterusnya. Kalau UMKM, biasanya lagu barat.

Lalu, gw prefer pangkas rambut di mana? Kalau gw sih ya, prefer abang-abang langganan. Bukan saja bayarnya cuma Rp25 ribu, tapi sambil cukur sambil ngobrol segala macem, cerita apa saja mulai dari nanyain apa kabar anak gw (yang udah nggak pernah mau pangkas rambut di sana), sampai ngompol (ngomong politik) ala-ala bapak-bapak.

17 Januari 2024

Cara Perpanjang SIM A di SIM Keliling. Berapa Bayarnya?

Hari ini gw perpanjang SIM A yang mati tanggal 24 Januari besok. Daripada kelewat dan harus bikin dari ulang, langsung perpanjang aja deh. Toh udah tinggal seminggu lagi habis.

Berhubung males ke Samsat yang pasti rame dan ribet, mending hunting SIM keliling aja. Cara cari tau jadwal dan lokasi SIM keliling juga gampang. Cukup pantengin akun IG TMCPoldametro karena setiap pagi mereka pasti posting di mana lokasi SIM keliling atau STNK keliling di hari itu.


Oke, begini Cara Perpanjang SIM A di SIM Keliling!

Bangun tidur, beres-beres lalu lihat IG. Ternyata, kalau mau di daerah Jakarta Pusat, ada di Kantor Pos Lapangan Banteng. Sebenernya ada juga sih Jakarta Barat di Mall Citraland. Tapi rasanya kayaknya bakal rame kalau di situ. Mending Kantor Pos Lapangan Banteng aja deh. Toh biasanya sepi-sepi aja.

Berangkat jam 7-an, jam 7.59 udah sampe. Dan ternyata, udah ada yang antri. Padahal dia buka jam 8.00. Ya sud lah. Begitu ke meja pendaftaran, katanya langsung scan barcode saja. Isi form dan langsung psikotes dari web based. Bisa pakai hape, tablet atau laptop juga bisa kalau niat. Yang penting, ada kuota internet. Opsi lain, ya cari wifi.

Isi punya isi, ternyata eh ternyata. Mohon maaf, tapi ini tes-nya kayak ujian anak sekolah setara SD gini. Bukan maksud hati menghina ya, tapi ada pengin ketawa dan ada kesal juga, menghina inteligensi saya ini mah. Tapi ya sudah lah ya, akhirnya, isi lah itu form sambil senyum-senyum (geli) sendiri. Kayak gini contohnya.


Itu tes untuk diminta carikan icon dengan simbol yang sama dengan yang dicontohkan.


Di atas ini? Yaa tes itu. Ada 100 soal dan mustinya sih, nggak  tamat SD pun bisa dapat 100 😅



Jujurly, soal-soal tes yang dikerjakan ini kayaknya memang sengaja dibuat mudah, supaya semua orang dengan berbagai latar belakang pendidikan bisa punya SIM. Bagus sih. Tapi di sisi lain, jadinya orang-orang yang kurang pandai dan kurang stabil emosinya pun jadi gampang punya SIM. 

Yang jadi masalah, kemungkinan saat nanti sudah berhadapan di jalan, bisa jadi orang-orang seperti ini akan bikin masalah.

Kayaknya sih memang hukuman cabut SIM buat pelanggar aturan lalu-lintas atau pengemudi ugal-ugalan dan larangan untuk mengemudikan kendaraan selama beberapa waktu, perlu dibuat. Hukuman buat yang mengendarai kendaraan tanpa SIM atau dengan SIM yang expired juga harus diperberat. Anyway, lanjut ke topik.

Berapa Biaya Bayar Tes Psikologi Tes Kesehatan dan SIM A?

Gak berapa lama, kelar semua soal dan hasil tesnya pun langsung keluar. Setelah itu, keluar rekomendasi hasil test tersebut, apakah memenuhi syarat atau nggak untuk diperpanjang SIM-nya. Lalu ada barcode dan keluar biaya tes psikologinya, Rp60 ribu,

Langsung balik ke meja registrasi, di-scan barcode-nya, bayar test, lalu bawa ke tenda tes kesehatan. Tunggu antrian sebentar, tes tensi dan cek mata (lihat buku tes melihat angka yang tersembunyi di balik warna). Selesai, bayar Rp35rb lalu ke meja sebelah. 

Di meja sini, kita serahkan 3 lembar fotokopi KTP, SIM asli lalu tunggu nomor panggilan. Kalau nggak punya fotokopi KTP, di belakang Kantor Pos Jakarta Pusat ada toko koperasi yang juga sediakan mesin fotokopi. Cukup bayar Rp2000 saja.

Setelah serahkan dokumen dan tukar ke nomor antrian, ternyata, meskipun datang jam 8 pagi, gw sudah dapat nomor 28. Dan pas diminta nunggu di pinggir sekitaran bus SIM kelilingnya, sudah dipanggil pengantri yang nomor 11.

Gak lama nunggu, dipanggil lah gw masuk bus untuk foto. Masuk bus, langsung duduk, langsung jepret. Bayar Rp130rb (sayangnya cuma bisa cash), dan SIM pun jadi. Total jenderal, bayarnya Rp225 ribu. Dan dari sejak datang jam 8, jam 9.37 SIM baru sudah di tangan. Sejam jadi. Mantap!

Psst.. pas SIM kelar, mendadak gerimis mengundang dan gw "terpaksa" neduh. Bukan terpaksa sih sebenernya, emang udah ada rencana mampir tadi pas otw ke koperasi belakang untuk fotokopi. Mampir ke mana? Ngapain? Nah, ini salah satu opsi tempat singgah yang gw pilih tadi sambil menunggu gerimis reda:

Nasi + Telur dadar + Mie + Terong balado + Gorengan x2 + Teh tawar hangat bisa ditebus dengan Rp20.000 saja. Gorengannya hangat dan recommended. Mantap Mantap!

17 Desember 2023

Gagal Thrifting. Mending Belanja Online di e-Commerce?

Kemaren ini Bang Emmet habis dari Batam. Mumpung di sini, tentunya menarik untuk hunting-hunting barang bekas atau second hand yang masih dalam kondisi bagus. Thrifting istilahnya.

Salah satu lokasi favorit untuk thrifting adalah di kawasan Lucky Plaza dan pasar Jodoh alias sungai Jodoh Night Market. Dan ternyata, hotel tempat Bang Emmet bikin event malah persis di depan Jodoh Night Market itu. Sayangnya nginapnya malah di kawasan Nagoya Thamrin City. Ya sud lah.

Berhubung masih agak terang, Bang Emmet dan ditemani oleh seorang rekan lama yang merupakan akamsi, pergilah kita ke Lucky Plaza Batam dulu. Biar nanti malam saja ke night market. Ya iya lah, masa siang-siang ke night market. Tujuan utamanya, siapa tau nemu Zenfone 8 Flip second.

Muter punya muter, nggak ada. Barang ini memang super langka kelihatannya. Malah adanya Google Pixel, Nothing Phone dan Sony Xperia dan ROG 5. Giliran iPhone 11 Pro ada banyak. Tapi banding-bandingin harga dengan e-commerce, lah sama aja. Nawar-nawar pun cuma selisih 200-300 ribu paling. Nggak worth.

Agak maleman, untung hujan sudah berenti, berangkatlah Bang Emmet ke Jodoh Night Market itu.

Sebenernya dulu pernah juga sempat lihat-lihat ke sini sepintas. Tapi tempo hari ke sini udah agak kemaleman, jam 11 kalau nggak salah. Banyak yang udah beres-beres mau tutup. Nah, kali ini jam 8-an, masih lumayan rame. Mungkin kalau nggak habis hujan, bisa lebih rame lagi. Soalnya kalau habis hujan, becyek, meski ada ocyek.  

Anyway, inilah masalah Bang Emmet. Pertama, nggak ngerti barang. Kedua, nggak ngerti harga. Ketiga nggak bisa nawar. 

Maklum, dari kecil sampe gede, sampe sekarang punya anak kecil malah itu anak udah gede, semua-semua udah tau beres. Urusan apapun, kalau dulu emak Emmet yang beli, sekarang urusan beli-beli ya urusan Ny. Emmet. Bang Emmet? Tinggal pake. Apapun yang dibeli, ya udah. No preferensi, no pilih-pilih, no peduli juga sebenernya. Wkwkwk.

Sepatu? Ada banyak. Dompet, tas, baju, celana juga berlimpah. Harganya? Murah sih. Gocap-gocap ada, yang harganya di bawah itu juga banyak. Tapi ya gitu. Takut salah beli.

Alhasil, setelah 2-3x puter nyusurin lorong-lorong sana, Bang Emmet pindah ke jejeran toko yang di pinggir jalan. Jejeran sini itu biasanya barangnya bukan secondhand, tapi barang-barang baru masih gres lengkap dengan boks-nya.

Setelah lihat-lihat, akhirnya beli sepatu buat Ny. Emmet. Tadinya mau beli buat bocah Emmet juga, tapi sudah diduga, dia nggak mau modelan beginian. Akhirnya, Bang Emmet beli sepatu safety (gambar di atas). Harga Rp245rb bisa ditawar jadi Rp210rb. 

Cobain, oke. Pas pulang ke Jakarta, langsung dipake. Sampe rumah cek e-commerce, ternyata nggak murah-murah amat. Ya sudah lah ya. Emang paling bener beli di e-commerce aja lah 😅

09 November 2023

Astara Hotel Balikpapan

Astara Hotel Balikpapan ini lokasinya ada di Pentacity Shopping Venue, Balikpapan Superblock, pusat kota Balikpapan. Bang Emmet dan teman Bang Emmet nginap di sini nggak sengaja. 

Waktu itu, hotel Grand Jatra yang harusnya Bang Emmet nginap di sana, karena ada acara kantor di situ, kamarnya penuh. Gara-garanya, mendadak ada kebutuhan kamar tambahan untuk tamu kantor Bang Emmet. 

Tapi ternyata, hotel Astara ini unik. Kenapa begitu?

Astara Hotel Balikpapan dan Grand Jatra Hotel Balikpapan itu masih satu group dan dia nyambung satu sama lain lewat mall. Posisinya saling ujung mengujung. Istilah apa itu? Wkwk.

Nah, berhubung nempel dengan mall, pintu masuk Astara Hotel ini ada dari berbagai arah. Tapi yang pasti kalau kita masuk dari lobby bawah, baik dari sisi satu ataupun sisi lainnya, kita harus ke lantai 7 dulu lalu pindah gedung untuk ke reception (kalau kita masuk dari sisi yang salah). 

Setelah check-in, barulah kita naik ke kamar hotel (di gedung sebelah, kalau kita kebagian kamar yang beda tower). Asli kocak. 

Hotel ini ratingnya bintang 4. Uniknya, di hotel ini ada waterboom Aquaboom namanya. Kita yang menginap di sini dapat jatah 2 tiket untuk bermain di waterboom tersebut. Lumayan, kalau beli satu tiketnya Rp125 ribu. Sayang, berhubung Bang Emmet dan kawan-kawan lagi ribet dan nggak bawa pakaian serta kacamata renang juga, Bang Emmet nggak menikmati fasilitas tersebut.

Anyway, untuk hotelnya sendiri, Bang Emmet serasa nginap di apartemen. Nggak kayak di hotel bintang 4. Lorongnya, kamarnya yang sempit, ranjangnya yang sharing satu berdua tapi kecil, kurang menggambarkan hotel bintang 4. Tapi di luar itu, mantap lah.

Fasilitasnya oke, internet speed yang yaa lumayan lah ya, restorannya luas dan cozy, kamar mandinya shower dan hose, serta ada hair dryer di kamar mandi. Sedikit kekurangannya adalah air panasnya yang nggak banyak. Baru sebentar, airnya sudah tinggal hangat-hangat kuku saja. Di sini juga nggak disediakan sabun batangan yang menjadi preferensi Bang Emmet kalau mandi.

Overall, malah Bang Emmet mendingan lebih memilih hotel ini daripada hotel Grand Jatra tempat Bang Emmet menginap di malam berikutnya.

26 Oktober 2023

Stop N Go vs Laba-Laba. Mending Mana?

Beberapa waktu lalu Bang Emmet dapat voucher Tokopedia Rp200.000 dari Pintu. Biasa, hadiah mingguan buat pengguna terbatas. Berhubung lagi butuh sandal, hunting lah kita di toko hijau itu. Pilih punya pilih, akhirnya memutuskan untuk beli sandal Malkazio Versace. Modelnya kelihatan oke dan agak tebal, nggak teplek (gambar kiri).

Masukin keranjang, voucher, ongkir dan seterusnya, total jenderal itu sandal gratis 😁

Gak berapa lama pakai, pas Bang Emmet ajak dia melancong ke Makassar, ternyata ngadat. Jahitannya copot. Alhasil malam itu jalan agak pincang, biar gak makin lepas. Dan sampai Jakarta, itu sepatu cuma ngejogrog di lemari aja. Dibuang sayang soalnya.

Weekend yang lalu, akhirnya bawa lah itu sandal ke Stop N Go di mall dekat rumah. Tunggu sekitar 1 jam, bayar Rp150.000, jadi deh. Langsung dipake buat jalan kaki pulang. So far so good. Dia dijahit di sekeliling sandal. Benangnya pun tebal, jadi (semoga) kuat.

Nah, harboolnas 10:10 yang lalu, Bang Emmet nemenin temen nge-live di Shopee sampai jam 00:00. Menjelang detik-detik terakhir, kok rasanya gatel banget. Ada sepatu harganya jadi 85 ribu. Aslinya sih 100rb, alias cuma diskon dikit. Tapi ya okelah, toh sepatu Rp185.750 yang udah mulai disintegrated itu udah musti diganti. Nggak kuat lagi kayaknya kalau diajak melancong batch berikutnya.

Alhasil, kepencet lah itu sepatu merek Working Sneakers for You, Sepatu Kasual Pria T-05. Berapa hari kemudian mendarat di rumah. Begitu pasangin insole bekas sepatu Adidas jadul, okeh nih dipake jalan. Tapi ternyata. Tanggal 20:10 kemarin, itu sepatu jebol lem lemannya, wkwk.

Berhubung samping kantor ada Laba-Laba Reparasi, bawa aja deh, dan ternyata. Tarifnya hanya Rp125.000 tapi harus tunggu 3 hari. Hmm. Langsung kepikiran buat bikin perbandingan kualitas layanan Stop N Go vs Laba-Laba.

Tadi siang pas lunch time, akhirnya Bang Emmet ambil itu sepatu di Laba-Laba dan ternyata. Dia dijahit dan sekaligus di-lem juga. Kelihatannya sih jadi lebih kuat. Plus, ada garansi pula 3 bulan. Jadi kurang lebih gini:

Stop N Go vs Laba-Laba Reparasi

  • Tarif: Laba-Laba Reparasi
  • Kecepatan Layanan: Stop N Go
  • Kualitas: Laba-Laba Reparasi
  • Purna Jual: Laba-Laba Reparasi

Entah kalau kasus yang lain ya, misalnya reparasi koper atau tas. Tapi di pengalaman Bang Emmet kemarin ini, skor 3-1 untuk Laba-Laba Reparasi!

09 September 2023

Salmon Lodeh Itu Sayur Lodeh yang Dikasih Topping Salmon!

Bang Emmet baru ngeh, ada menu masakan yang namanya Salmon Lodeh. Dan ketemunya pun nggak sengaja, pas Bang Emmet nyari makan malem kemarin. Di hari itu, kebetulan Bang Emmet lagi cuti, gara-gara ada kejadian tepat 20 tahun yang lalu. Nah, di sinilah Bang Emmet dan Ny.Emmet gak sengaja nemu menu ini. Ceritanya gini:

Begitu lihat waktu senggang, seperti biasa kita iseng pengin muter-muter, jalan-jalan tanpa tujuan. Cuma untuk sekadar we time menghabiskan waktu yang sangat cepat berlalu, 20 tahun rasanya baru kemarin dan melihat-lihat pemandangan. Dan seperti biasa, kalo lagi iseng gini, ke mana lagi kita kalau nggak muterin PIK.

 

Berhubung sudah lewat jam makan malam dan lapar, mampir lah kita nyari makan. Kebetulan, pas lewat, ada slot parkiran. Berhenti lalu mampirlah kita ke GIOI. Pasalnya, sekitaran hampir jam 10 itu, yang lain sudah banyak yang mau tutup atau sudah lewat last order. Awalnya sempat agak ragu. Kata mbaknya, di sini memang ada menu non halal. Tapi dia bilang, masaknya dipisah antara yang halal dan non halal. Jadi ya, percaya saja deh. Masa dia bohong. 


Cek-cek menu di buku menu, pilihannya ada banyak banget. Kalo Bang Emmet, apapun asalkan halal dan bukan udang, sikat. Tap ikan Ny. Emmet nggak bisa main hantam kromo gitu.



Alhasil setelah melihat kita kebingungan, si masnya bilang. Yang best seller di sini itu Salmon Lodeh pak. Ya sudah, cuss lah kita pesan itu Salmon Lodeh. Bentukannya kayak gambar di atas.

 

Begitu mendarat dan kita icip, ternyata beneran. Sesuai judul tulisan, masakan ini literally sayur lodeh yang dipasangi ikan salmon bakar di atasnya. Kirain salmonnya dimasak bareng lodehnya gitu. Ternyata nggak.

 

Anyway, salmonnya enak, persis rasa ikan salmon yang biasa di restoran flagship. Nah, lodehnya ini yang istimewa. Kuahnya agak kental, bumbu-bumbunya terasa semua dan pas banget. Kayaknya Bang Emmet musti berguru sama chef di restoran ini buat bikin lodeh yang mantap kayak gitu.

 

Begitu cek bill, baru ngeh. Ternyata si masnya nawarin best seller karena emang harganya juga best. Satu porsi Salmon Lodeh seperti yang ada di gambar di atas ini harganya Rp200rb, belum tax. Sa ae mas. Eh tapi enak sih. Highly recommended!

 

GIOI by the Farm, PIK

07 September 2023

Salmon Lodeh

Rp200.000 + 10% + 11%


Rating:

4.5 - Porsi

5.0 - Rasa

4.5 - Penyajian

3.0 - Harga

4.3 - Overall

01 September 2023

Tempat Jual Tempe Mendoan Enak di Jakarta

Bang Emmet baru ngeh nih guys. Ternyata bener aja kan yang Bang Emmet duga selama ini. Jauh-jauh Bang Emmet melancong, ternyata di depan mata Bang Emmet sendiri, tau-tau ada jajanan yang highly recommended. 

Padahal ya, hampir saban hari Bang Emmet lewat sini. Tapi malah baru ngeh barusan. Itupun dikasih tahu sama Emak Emmet, yang juga baru dikasi tahu sama temannya Emak Emmet. Gabener lah pokoknya.

Ya, jajanannya ini adalah gorengan tempe mendoan. Lokasinya? Persis di depan sekolahan SMPN 134 tempat Bocah Emmet dulu sekolah.

Anyway. Kang tempe mendoan ini dagangnya cuma mulai dari sore sampai malam, di gerobak di pinggir jalan persis. Tapi jangan salah. Pas Bang Emmet datang, yang antri banyak bener dan gak putus-putus. Artinya, ini mendoan recommended mustinya.

Dan bener aja. Pas Bang Emmet datang ke sana dan lihat langsung, bentukannya menarik. Ia persis seperti mendoan yang biasa kita beli kalau kita lagi ke Purwokerto, Banyumas dan sekitarnya. Sotoy ya, padahal seumur-umur baru sekali ke Purwokerto, wkwk.

Trus, rasanya juga 11-12 dengan tempe mendoan aslinya. Mantap lah pokoknya.

Yang menarik, kita bisa pesan mendoannya lebih crispy alias goreng agak kering dikit. Dan dari kang gorengan ini, Bang Emmet jadi ngeh cara bikin tempe goreng tepung yang baik dan benar, wkwk.

Total jenderal, harga tempenya sendiri Rp3.000 satu potong. Mahal? Nggak dong. Apalagi kalau mengingat rasa dan ukurannya juga nggak mini-mini amat.

Overall, tempe mendoan bang.. siapa ya namanya, lupa. Nanti Bang Emmet tanya lagi deh sama Emak Emmet. Anyway, ini recommended.

27 Agustus 2023

Taman Kembang Kerep Park di Meruya Ilir

Jadi gini gaes. Weekend kemaren Bang Emmet sebenernya mager, mau ngetik. Maklum, udah lama blog kesayangan (saya) ini, sangpelancong.com tercinta, dianggurin. Eeh, apa mau dikata. Sore-sore, bocah Emmet ngajak olahraga.

Langsung kebayang besok pagi musti ke kantor dengan kondisi badan pegal dan kaki sakit-sakit. Tapi sebelum Bang Emmet iyakan ajakan Bocah Emmet, Bang Emmet konfirmasi dulu:

Tapi nggak lari ya, jalan aja. Oke, katanya. Bang Emmet yang milih rute ya. Oke, katanya. Alhasil, Bang Emmet akhirnya ke taman Meruya. Maksudnya, taman yang ada di Meruya, yang seumur-umur Bang Emmet belom pernah mampir apalagi masuk. Cuma lewat doang. Kayak apa tamannya? Kayak gini ini nih:

Sebenernya, Bang Emmet udah belasan tahun (apa puluhan tahun?) lewat taman ini dan kepingin mampir, tapi belum pernah kesampeyan. Sebenernya, ternyata nama lengkap taman ini adalah Kembang Kerep Park alias Taman Kembang Kerep. Lokasinya nggak jauh dari rumah dan hampir selalu menjadi rute kalau Bang Emmet berangkat ke kantor.

Jujurly, enak sih ini tamannya. Meski kecil, tapi nyaman, ada jogging track muterin taman dan ada tempat duduk-duduk. Apalagi kalau pagi-pagi pas masih sepi dan seger, asik banget. 

Tapi dengan catatan, jangan pagi-pagi di hari kerja ya. Soalnya, di sekeliling taman ini adalah jalanan yang biasanya macet. Ya maklum. Ini taman posisinya ada di pinggir tol dan flyover yang, ajegile macetnya kalau hari kerja.

Anyway, kali ini Bang Emmet juga gak bisa lama-lama juga di taman ini. Polusinya gak nahan. Meski jalanan nggak macet, tapi tetap ramai banyak kendaraan bermotor berlalu lalang di luar taman. Ditambah lagi udara Jakarta yang lagi nggak baik-baik saja.

Oke, Bang Emmet pulang dulu guys. Sampai jumpa di jalan-jalan berikutnya. Yang deket-deket ternyata nggak kalah indah sama yang jauh-jauh ya? 😅